Berita

Departemen Kesehatan Malaysia Segel Restoran yang Kedapatan Cuci Makanan Sisa untuk Dimasak Lagi

Sebuah rumah makan di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, resmi ditutup selama dua pekan oleh otoritas kesehatan setempat. Langkah tegas ini diambil setelah sebuah video viral menunjukkan praktik tidak higienis berupa pencucian makanan matang sisa untuk disajikan kembali kepada pelanggan.

Kronologi Temuan Praktik Pencucian Lauk Sisa

Video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (3/2/2026) memperlihatkan seorang pekerja di bagian belakang restoran sedang mencuci berbagai jenis lauk matang, termasuk ayam dan tahu. Berdasarkan keterangan saksi mata, aksi tersebut direkam sekitar pukul 00.18 waktu setempat di sebuah kedai nasi kandar yang berlokasi di pusat perbelanjaan Palm Mall.

Perekam video sempat menegur pekerja tersebut dan menanyakan alasan di balik tindakan tersebut. Pekerja restoran akhirnya mengakui bahwa makanan sisa itu akan dimasak ulang untuk dijual kembali keesokan harinya. Meski sempat memberikan berbagai alasan, para pekerja mengeklaim bahwa praktik tersebut tidak memengaruhi keamanan pangan.

Sanksi Penutupan dan Denda dari Otoritas Kesehatan

Pengarah Kesehatan Negeri Sembilan, Dr. Zuraida Mohamed, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah video tersebut viral. Hasil pemeriksaan di lapangan berujung pada perintah penutupan restoran mulai Rabu (4/2/2026) hingga 17 Februari 2026 mendatang.

Penutupan ini didasarkan pada Pasal 11 Undang-Undang Pangan Malaysia 1983. Selain penghentian operasional sementara, pemilik restoran dijatuhi denda sebesar 750 ringgit Malaysia atau sekitar Rp3,2 juta. Sanksi tersebut diberikan karena pelanggaran terhadap Peraturan Kebersihan Pangan 2009 yang membahayakan keselamatan konsumen.

Kekhawatiran Terhadap Standar Keamanan Pangan

Saksi mata yang merekam kejadian tersebut menyatakan bahwa praktik ini sangat tidak bisa diterima dan membahayakan kesehatan publik. Dalam unggahannya yang telah dibagikan lebih dari 2.000 kali, ia mendesak tindakan tegas karena menduga praktik serupa mungkin telah dilakukan berulang kali sebelumnya.

Lauk pauk yang dicuci tersebut mencakup daging ayam, daging kambing, hingga tahu yang merupakan sisa konsumsi atau pajangan sebelumnya. Kasus ini kembali memicu perhatian publik di Malaysia terhadap pentingnya pengawasan ketat terhadap standar kebersihan di sektor industri makanan dan minuman.

Informasi mengenai penutupan restoran dan sanksi terkait ini disampaikan melalui pernyataan resmi Departemen Kesehatan Negeri Sembilan dan laporan media lokal Malaysia pada awal Februari 2026.