Dokter Hewan UGM Ungkap Fakta Kualitas Telur: Kondisi Ayam Memengaruhi, Namun Tak Hanya dari Cangkang
Unggahan di media sosial yang mengaitkan kualitas telur dengan kondisi kesehatan ayam menjadi viral. Sebuah akun Instagram merinci berbagai bentuk dan kualitas telur, mulai dari cangkang tipis hingga berbintik, yang diklaim berasal dari ayam dengan kondisi tertentu seperti kekurangan kalsium, cacingan, stres, hingga faktor usia. Klaim ini memicu perdebatan di kalangan warganet.
Klaim Viral di Media Sosial
Pada Sabtu, 31 Januari 2026, akun Instagram @oh*****tt mengunggah rincian mengenai ciri-ciri telur yang dikaitkan dengan kesehatan ayam. Disebutkan bahwa ayam yang kekurangan kalsium akan menghasilkan telur bercangkang tipis, berwarna putih bening, dan mudah pecah. Sementara itu, ayam yang mengalami cacingan diklaim menghasilkan telur dengan bintik-bintik hitam dan cangkang tebal.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa ayam yang mengalami stres dapat menghasilkan telur dengan warna pucat dan cangkang agak tipis. Ayam yang sudah berusia tua dinilai berpotensi menghasilkan telur berukuran besar, tetapi memiliki cangkang berurat. Sebaliknya, telur yang disebut berasal dari ayam sehat memiliki ciri berwarna coklat pekat, bercangkang tebal, dan tampak mengilap. Unggahan ini telah disukai lebih dari 72.700 kali dan menuai ribuan komentar hingga Rabu, 4 Februari 2026.
Penjelasan Dokter Hewan UGM tentang Kualitas Telur
Menanggapi klaim tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Raharjo, membenarkan bahwa kondisi ayam memang dapat memengaruhi kualitas telur. Namun, ia menegaskan bahwa penilaian kualitas telur tidak bisa hanya dilihat dari bentuk dan warna cangkangnya.
“Kualitas telur juga dilihat dari isinya, seperti putih telur yang encer atau kental, serta kondisi kuning telur,” ujar Slamet kepada Kompas.com pada Rabu, 4 Februari 2026.
Slamet menjelaskan bahwa cangkang telur sebagian besar tersusun dari mineral kalsium, yakni sekitar 90–95 persen. Kekurangan kalsium pada ayam dapat menyebabkan cangkang menjadi tipis, bahkan warnanya bisa lebih pucat atau transparan karena tidak cukup mineral untuk membentuk cangkang.
Namun, Slamet membantah bahwa bintik hitam pada cangkang telur selalu menandakan ayam mengalami cacingan. “Bintik hitam bisa disebabkan oleh kelebihan mineral tertentu atau adanya perdarahan ringan di uterus ayam. Banyak ayam cacingan yang produksi telurnya tetap normal,” jelasnya.
Terkait stres, Slamet menyebut bahwa stres semata tidak selalu menyebabkan telur bercangkang pucat dan tipis. Menurutnya, kondisi tersebut lebih sering dipicu oleh infeksi penyakit yang kemudian menyebabkan ayam mengalami stres. “Stres tanpa disertai infeksi biasanya tidak memengaruhi kualitas telur secara signifikan,” tambahnya.
Sementara itu, telur berukuran besar dengan cangkang berurat umumnya muncul saat ayam berada pada fase puncak produksi. “Telur besar sering kali berisi dua kuning telur. Rahim ayam harus menggabungkan dua kuning tersebut dalam satu cangkang, sehingga muncul seperti garis sambungan yang tampak berurat,” terang Slamet. Ia menambahkan, ayam yang sudah tua memang cenderung menghasilkan telur berukuran lebih besar, tetapi bentuknya biasanya tetap normal.
Ciri Telur Sehat dan Aman Dikonsumsi Menurut Pakar
Slamet Raharjo menjelaskan bahwa telur yang sehat dan layak dikonsumsi memiliki isi yang normal, baik dari warna maupun konsistensi putih dan kuning telurnya. Selain itu, telur tidak menunjukkan perubahan bau, rasa, maupun warna yang mencurigakan.
“Ketebalan cangkang ideal sekitar 0,6–0,8 milimeter. Warna cangkang telur ayam bisa putih, krem, atau coklat kemerahan, umumnya bersifat doff, bukan mengilap,” kata Slamet. Ia juga menegaskan bahwa telur dengan dua kuning telur dalam satu cangkang tetap aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pandangan resmi Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Slamet Raharjo, yang dirilis pada 4 Februari 2026.