Finansial

Donald Trump Pertimbangkan Pangkas Tarif Logam Usai Mendapat Penolakan dari Internal Partai

Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memangkas tarif impor sejumlah logam, termasuk baja dan aluminium, guna menekan krisis harga dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang pemilihan umum tengah periode. Langkah strategis ini muncul di tengah tekanan politik internal dan penolakan dari sejumlah anggota Partai Republik di parlemen.

Penolakan Internal dan Resolusi Bersama

Trump menghadapi tantangan dari partainya sendiri setelah enam anggota Partai Republik di DPR bergabung dengan fraksi Demokrat untuk meloloskan Joint Resolution 72. Resolusi ini bertujuan mengakhiri status keadaan darurat nasional yang menjadi landasan hukum pemberlakuan tarif terhadap Kanada sejak tahun lalu.

Ancaman Konsekuensi Politik

Meski Trump sempat mengancam anggota parlemen yang menentang kebijakannya dengan konsekuensi serius saat pemilu, laporan Financial Times mengindikasikan adanya pelonggaran sikap. Tarif sebesar 50 persen untuk baja dan aluminium kemungkinan besar akan mendapatkan pengecualian, mengikuti pola pengurangan tarif produk pangan yang dilakukan tahun sebelumnya.

Ketegangan Dagang dengan Kanada dan Meksiko

Hubungan dagang dengan Kanada tetap memanas setelah Trump mengancam pengenaan tarif 50 persen untuk impor pesawat dan penolakan sertifikasi jet Bombardier. Trump menuding Kanada menghambat penjualan jet Gulfstream asal AS. Selain itu, ancaman tarif 100 persen membayangi Kanada terkait kesepakatan dagang dengan China, sementara Meksiko terancam bea tambahan akibat pasokan minyak ke Kuba.

Advertisement

Ketidakpastian Kesepakatan dengan India

Di sisi lain, kerja sama perdagangan antara AS dan India mengalami ketidakpastian setelah Gedung Putih mengubah poin-poin terkait produk pertanian. Referensi mengenai pulses atau kacang-kacangan, yang merupakan komoditas pangan utama India, secara mendadak dihapus dari dokumen resmi kesepakatan tersebut.

Informasi lengkap mengenai isu kebijakan perdagangan ini merujuk pada laporan resmi yang dihimpun dari Yahoo Finance dan Financial Times pada Februari 2026.

Advertisement