Finansial

Ekonomi Jepang Tumbuh 0,1 Persen di Kuartal IV 2025, Berhasil Terhindar dari Resesi Teknikal

Advertisement

Ekonomi Jepang mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,1 persen pada kuartal keempat 2025, sebuah capaian yang membuat Negeri Sakura tersebut berhasil menghindari jurang resesi teknikal. Meski tumbuh tipis, angka ini menjadi titik balik setelah Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang sempat terkontraksi 0,7 persen pada kuartal ketiga tahun yang sama.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang yang dirilis pada Senin (16/2/2026), konsumsi rumah tangga menjadi motor utama penggerak ekonomi yang moderat ini. Kenaikan aktivitas belanja masyarakat mampu mengompensasi lesunya kinerja ekspor dan belanja publik yang sempat membebani pertumbuhan nasional.

Walaupun berhasil bangkit, realisasi pertumbuhan 0,1 persen ini masih berada di bawah ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters sebesar 0,4 persen. Secara tahunan, output ekonomi Jepang tercatat hanya tumbuh 0,2 persen, lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 1,6 persen.

Respons Pasar dan Proyeksi Bank of Japan

Menyusul rilis data tersebut, indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,12 persen, sementara nilai tukar yen terpantau melemah 0,25 persen ke level 153,06 per dollar AS. Bank of Japan (BOJ) sendiri telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9 persen.

BOJ melihat adanya siklus positif antara kenaikan harga dan upah yang didukung oleh kebijakan ekonomi pemerintah. Kondisi keuangan yang tetap akomodatif diharapkan mampu menjaga ekspansi moderat seiring dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara mitra dagang.

Kebijakan Fiskal Proaktif PM Sanae Takaichi

Pasca kemenangan telak Partai Demokrat Liberal (LDP), Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan komitmennya untuk memacu pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang proaktif. Takaichi berencana menangguhkan pajak pangan selama dua tahun dan meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2 persen dari PDB Jepang.

Advertisement

Pemerintah juga telah mengumumkan anggaran rekor sebesar 122 triliun yen untuk tahun fiskal mendatang. Fokus utama dari belanja negara ini adalah mendukung rumah tangga yang terdampak tekanan biaya hidup, di tengah inflasi Januari yang melambat ke level 2,1 persen.

Kerja Sama Strategis Jepang dan Amerika Serikat

Di level internasional, Jepang dan Amerika Serikat tengah merampungkan komitmen investasi senilai 550 miliar dollar AS. Menteri Ekonomi Jepang, Ryosei Akazawa, berharap proyek-proyek awal dalam kesepakatan perdagangan ini dapat difinalisasi sebelum pertemuan PM Takaichi dengan Presiden AS Donald Trump.

Sektor pertahanan dan industrialisasi diprediksi akan menjadi katalis penguatan pasar saham Jepang ke depan. Kerja sama dengan AS diharapkan mencakup revitalisasi industri galangan kapal serta otomatisasi pabrik guna memperkuat posisi ekonomi kedua negara di kancah global.

Informasi lengkap mengenai perkembangan ekonomi ini merujuk pada data resmi Kantor Kabinet Jepang dan pernyataan pemerintah yang dirilis pada 16 Februari 2026.

Advertisement