Elon Musk secara resmi membantah rumor yang menyebutkan bahwa perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, tengah mengembangkan perangkat telepon seluler atau smartphone yang terintegrasi langsung dengan layanan internet satelit Starlink. Melalui pernyataan di media sosial, Musk menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini bukan pada pengembangan perangkat keras komunikasi genggam mainstream.
Klarifikasi Elon Musk Terkait Rumor HP Starlink
Kabar mengenai pengembangan ponsel Starlink mulanya mencuat setelah laporan media internasional mengutip sumber internal yang menyebut adanya rencana pembangunan pusat data luar angkasa. Namun, Musk segera memberikan respons melalui akun X miliknya untuk meredam spekulasi yang telah menyebar luas tersebut.
“Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tulis Musk singkat saat menanggapi unggahan yang membahas potensi persaingan smartphone SpaceX dengan perangkat seluler yang ada saat ini. Meski demikian, ia sempat menyatakan pada akhir Januari lalu bahwa pengembangan ponsel bukan hal yang mustahil, asalkan memiliki spesifikasi yang sangat berbeda.
Visi Perangkat Berbasis Neural Network
Musk menekankan bahwa jika SpaceX memproduksi ponsel di masa depan, perangkat tersebut harus dioptimalkan khusus untuk menjalankan neural network dengan rasio performa per watt yang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa fokus inovasi Musk lebih mengarah pada integrasi kecerdasan buatan tingkat tinggi daripada sekadar fungsi komunikasi seluler biasa.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa SpaceX saat ini memiliki prioritas lain dalam ekosistem teknologinya, terutama setelah perusahaan tersebut melakukan langkah korporasi besar dengan menggandeng unit bisnis kecerdasan buatan lainnya.
Integrasi SpaceX dan xAI untuk Pusat Data Luar Angkasa
Langkah strategis terbaru SpaceX justru terlihat pada akuisisi startup kecerdasan buatan xAI yang diumumkan pada awal Februari 2026. Penggabungan ini bertujuan untuk membangun ekosistem teknologi paling terintegrasi, mulai dari AI, roket, internet berbasis satelit, hingga komunikasi langsung ke perangkat seluler.
Musk menyatakan bahwa pusat data AI di luar angkasa menjadi solusi logis atas melonjaknya kebutuhan energi global yang tidak lagi realistis jika hanya mengandalkan solusi di Bumi. Berikut adalah poin utama rencana integrasi tersebut:
- Pembangunan pusat data AI berbasis orbit untuk efisiensi energi.
- Pemanfaatan ruang luas di angkasa untuk infrastruktur komputasi berat.
- Pembentukan mesin inovasi vertikal antara teknologi roket dan kecerdasan buatan.
“Permintaan energi untuk AI secara global tidak bisa dipenuhi dengan solusi terestrial,” ungkap Musk dalam keterangan resminya. Ia menilai pemindahan pusat data ke luar angkasa adalah satu-satunya solusi jangka panjang yang masuk akal bagi keberlanjutan teknologi AI.
Informasi lengkap mengenai arah kebijakan teknologi ini disampaikan melalui pernyataan resmi SpaceX dan unggahan Elon Musk di platform X yang dirilis pada Februari 2026.
