Berita

Guru SDN Jelbuk 02 Jember Diduga Telanjangi Puluhan Siswa Akibat Kehilangan Uang Rp 75 Ribu

Advertisement

Seorang guru wali kelas V di SDN Jelbuk 02, Kabupaten Jember, dilaporkan menelanjangi 22 siswanya setelah mengaku kehilangan uang sebesar Rp 75.000. Tindakan tersebut memicu kemarahan wali murid dan menyebabkan trauma mendalam bagi para siswa yang menjadi korban.

Kronologi Penggeledahan dan Penelanjangan Siswa

Peristiwa bermula saat oknum guru berinisial FT kehilangan uang Rp 75.000 di lingkungan sekolah pada Rabu (11/2/2026). Sebelumnya, FT juga mengklaim telah kehilangan uang sebesar Rp 200.000 pada hari yang berbeda di pekan yang sama.

Karena uang tersebut tidak ditemukan setelah dilakukan penggeledahan tas terhadap 22 siswa, FT memerintahkan seluruh murid di kelasnya untuk menanggalkan pakaian. Siswa laki-laki diminta melepas seluruh pakaian hingga tanpa busana, sementara siswa perempuan diperintahkan membuka pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam.

Reaksi Wali Murid dan Dampak Psikologis

Aksi ini terungkap setelah sejumlah wali murid mendatangi sekolah karena anak-anak mereka tidak kunjung pulang hingga siang hari. Para orang tua yang mendapat laporan dari siswa kelas VI kemudian mendobrak pintu ruang kelas yang terkunci rapat untuk menghentikan aksi tersebut.

Advertisement

Akibat kejadian ini, puluhan siswa dilaporkan mengalami trauma hebat. Berdasarkan data sementara, dari total 22 murid di kelas tersebut, hanya enam siswa yang berani kembali masuk sekolah setelah mendapatkan panggilan dari pihak guru.

Penanganan oleh Dinas Pendidikan Jember

Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, menyatakan bahwa kasus ini telah diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Ia enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi maupun status kepegawaian FT saat ini di sekolah tersebut.

“Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” ujar Arif saat memberikan keterangan singkat terkait pelimpahan kasus tersebut.

Informasi mengenai perkembangan penanganan kasus ini kini berada di bawah wewenang resmi Dinas Pendidikan Jember sebagaimana disampaikan melalui pernyataan pihak sekolah pada Rabu (11/2/2026).

Advertisement