Islami

Hamas Beri Lampu Hijau Pasukan Perdamaian Indonesia Masuk Gaza dengan Sejumlah Syarat Khusus

Advertisement

Hamas menyampaikan sejumlah syarat terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian internasional ke Jalur Gaza, termasuk wacana pengerahan personel dari Indonesia. Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menegaskan bahwa peran pasukan internasional harus berada di wilayah perbatasan guna memastikan keamanan tanpa mengintervensi kedaulatan lokal.

Syarat dan Batasan Operasional Pasukan Internasional

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Osama Hamdan menekankan bahwa kehadiran pasukan internasional tidak boleh mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina. Pasukan tersebut juga dilarang menjadi instrumen pengganti pendudukan Israel di wilayah kantong tersebut.

Hamdan menjelaskan bahwa misi utama pasukan, termasuk dari Indonesia, harus dibatasi pada upaya memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan. Selain itu, mereka bertugas mencegah agresi tanpa mencampuri urusan internal penduduk Gaza.

Komunikasi Hamas dengan Pemerintah Indonesia

Hamas mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia mengenai rencana pengerahan pasukan ini. Hamdan mengapresiasi sikap Indonesia yang berkomitmen untuk tidak menjadi pihak yang menerapkan agenda Israel di sektor Gaza.

“Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak-pihak Indonesia karena mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang menerapkan agenda Israel apa pun,” ujar Hamdan sebagaimana dilansir Khaberni pada Kamis (12/2/2026).

Advertisement

Rencana Pengerahan 8.000 Personel TNI

Indonesia dilaporkan menjadi negara pertama yang bersiap mengirimkan pasukan ke Gaza. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian dari total potensi 20.000 personel.

Pemerintah saat ini masih melakukan berbagai persiapan teknis sembari menunggu tercapainya kesepakatan internasional yang komprehensif. Prasetyo menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bentuk komitmen nyata Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Selain rencana pengiriman pasukan, Indonesia juga bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari upaya diplomasi global.

Informasi mengenai perkembangan misi perdamaian ini merujuk pada pernyataan resmi pejabat Hamas dan keterangan pers Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada Februari 2026.

Advertisement