Finansial

Hong Kong Jadi Opsi Strategis Family Office UHNWI Indonesia Guna Memutus Kutukan Generasi Ketiga

Advertisement

Fenomena kutukan generasi ketiga masih menjadi kekhawatiran nyata bagi keluarga superkaya atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di Indonesia. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, pengelolaan kekayaan lintas generasi kini memerlukan strategi yang lebih matang melalui pembentukan family office di yurisdiksi yang stabil seperti Hong Kong.

Pertumbuhan Populasi UHNWI Indonesia dan Tantangan Suksesi

Berdasarkan laporan The Wealth Report 2024 dari Knight Frank, Indonesia tercatat memiliki 1.479 UHNWI pada tahun 2024. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 1.948 orang pada tahun 2028, yang menandakan adanya gelombang besar alih kelola kekayaan di masa depan.

Wakil Ketua Swarovski International Holding, Robert Buchbauer, menekankan bahwa tata kelola yang jelas sangat krusial bagi keberlanjutan bisnis keluarga. Menurutnya, tanpa aturan yang disepakati, dinasti bisnis berisiko menghadapi kekacauan saat skala usaha membesar dan perspektif antargenerasi mulai berbeda.

Keunggulan Ekosistem Keuangan dan Pasar Modal Hong Kong

Hong Kong menawarkan infrastruktur keuangan yang kokoh dengan pasar modal yang dinamis. Pada tahun 2025, ekosistem keuangan wilayah ini mencatat 119 penawaran umum perdana (IPO) dengan total dana yang dihimpun melampaui 36 miliar dollar AS.

Horst Bente, cucu pendiri Adidas sekaligus pendiri ADLEGACY, menggambarkan Hong Kong sebagai gerbang yang dinamis. Wilayah ini berfungsi sebagai penghubung utama antara peluang investasi di Asia dengan jaringan modal global, memberikan fleksibilitas bagi family office dalam mengelola aset.

Pusat Inovasi dan Ketersediaan Talenta Global

Selain sektor finansial, Hong Kong juga unggul sebagai pusat inovasi teknologi. Wilayah ini menempati peringkat pertama dunia dalam kategori fintech menurut Global Financial Centres Index (GFCI) edisi ke-38. Pemerintah setempat juga aktif mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi.

Advertisement

Dari sisi sumber daya manusia, Hong Kong memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan:

  • Peringkat pertama di Asia dalam IMD World Talent Ranking 2025.
  • Rumah bagi 70 dari 100 bank terbesar di dunia.
  • Memiliki lebih dari 267.000 profesional di sektor keuangan.
  • University of Hong Kong menempati peringkat pertama di Asia dalam QS Asia University Rankings 2026.

Kepastian Hukum dan Insentif Pajak yang Kompetitif

Hong Kong beroperasi dengan prinsip One Country, Two Systems yang menjamin independensi sistem hukum common law. Tidak ada pembatasan kepemilikan asing maupun pergerakan modal, yang memberikan rasa aman jangka panjang bagi investor internasional.

Sistem perpajakan yang sederhana dan kompetitif juga menjadi daya tarik utama. Family office dapat menikmati berbagai insentif pajak tanpa kewajiban mengalokasikan porsi aset tertentu ke pasar lokal, selama memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku.

Informasi mengenai peran strategis Hong Kong dalam pengelolaan kekayaan global ini merujuk pada data ekonomi terbaru dan pernyataan resmi para pakar industri keuangan internasional.

Advertisement