Berita

IHSG Ambruk Dua Hari Berturut-turut, BEI Berlakukan Trading Halt Kedua Setelah Anjlok 10 Persen

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga 8 persen. Ini merupakan trading halt kedua dalam dua hari berturut-turut, menyusul tekanan jual masif yang juga terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kinerja IHSG dan Trading Halt Beruntun

Pada pukul 09.59 WIB, IHSG tercatat ambles 835,20 poin atau setara 10,04 persen, mencapai level 7.485,35. Indeks yang dibuka di posisi 8.027,83 ini langsung bergerak turun tajam dan menyentuh level terendah harian di 7.481,99. Tekanan jual masif ini menyebabkan 726 saham melemah, sementara hanya 21 saham menguat dan 25 saham bergerak stagnan.

Penyebab Anjloknya IHSG Menurut Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya IHSG yang memicu trading halt dua hari berturut-turut disebabkan oleh kepanikan pelaku pasar menyusul kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Purbaya menegaskan, “Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita tidak bermasalah dan ke depan justru akan semakin kuat. Ini mungkin karena pelaku pasar shock dengan kemungkinan pasar kita dianggap sebagai frontier market.”

Optimisme Purbaya Terhadap Proyeksi IHSG dan Ekonomi Nasional

Meski demikian, Purbaya tetap optimistis IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir tahun ini, sesuai dengan proyeksi yang pernah ia sampaikan. “Kan akhir tahun kan (IHSG capai 10.000). To the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus, kan saya Menteri Keuangannya,” ujarnya. Optimisme ini didasari kondisi fundamental perekonomian nasional yang dinilai masih cukup solid.

Selain itu, Purbaya juga tengah berupaya memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak. “Kemarin saya sudah obrak-abrik Bea Cukai, minggu depan saya akan perbaiki Pajak. Jadi income kita akan makin bagus, sehingga fondasi fiskal kita tidak bermasalah,” ucapnya. Menurut Purbaya, pelemahan IHSG akibat kebijakan pengelola indeks global MSCI tidak akan berlangsung lama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI juga tengah menyiapkan langkah-langkah untuk merespons persoalan tersebut. “Ini jelas shock sementara karena fundamental kita tidak bermasalah. Biasanya dua hari, dua setengah hari, dua sampai tiga hari, habis,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai respons pemerintah terhadap gejolak pasar modal ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dirilis pada Kamis, 29 Januari 2026.