Indonesia Catat Peringkat Ketiga Produsen Batu Bara Terbesar Dunia di Tengah Tekanan Emisi Karbon
Batu bara, salah satu sumber energi fosil yang tak terbarukan, masih menjadi komoditas vital dan terus diproduksi oleh banyak negara di dunia. Meskipun upaya transisi menuju energi terbarukan semakin gencar, ketergantungan global terhadap batu bara belum sepenuhnya terlepas, bahkan konsumsinya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Indonesia tercatat sebagai salah satu pemain kunci, menempati peringkat ketiga sebagai negara penghasil batu bara terbesar di dunia.
Dominasi China dan Ketergantungan Global
Dikutip dari Global Firepower (2026), China tetap kokoh di posisi teratas sebagai negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Produksi China mencapai puluhan miliar ton setiap tahun, menyumbang lebih dari setengah total produksi global. Pada tahun 2024, China mencatat produksi hampir 4,8 miliar ton, jauh melampaui negara lain.
Dominasi ini mencerminkan ketergantungan ekonomi China terhadap batu bara sebagai sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan sektor industri yang masif. Batu bara masih menjadi komoditas vital untuk pembangkit listrik dan industri berat di banyak negara, meskipun tekanan terhadap pengurangan emisi terus meningkat di era transisi energi.
Kekuatan Asia: India dan Indonesia di Pasar Batu Bara
India menempati posisi kedua sebagai produsen batu bara terbesar di dunia, dengan produksi mencapai sekitar 1,02 miliar ton per tahun. Permintaan yang kuat dari sektor pembangkit listrik dan industri menjadikan batu bara sebagai tulang punggung sistem energi nasional India.
Sementara itu, Indonesia berada di urutan ketiga dalam daftar negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Produksi Indonesia mencapai 783 juta ton per tahun, memainkan peran penting dalam pasar ekspor global. Selain memenuhi kebutuhan domestik, Indonesia merupakan salah satu pemasok batu bara terbesar ke negara-negara Asia lainnya.
Dinamika Produsen Penting Lainnya: Amerika Serikat, Rusia, dan Australia
Amerika Serikat berada di peringkat berikutnya, meskipun produksinya cenderung menurun akibat pergeseran menuju energi yang lebih bersih. Negara ini menghasilkan ratusan juta ton batu bara dan tetap menjadi produsen penting di pasar global, meskipun banyak pembangkit listrik batu bara telah ditutup atau dikonversi.
Rusia juga menjadi pemain utama dalam industri batu bara global, dengan produksi yang besar meskipun mengalami sedikit penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Batu bara di Rusia berperan penting bagi kebutuhan energi domestik sekaligus sebagai komoditas ekspor.
Australia termasuk dalam jajaran penghasil batu bara terbesar di dunia dengan produksi stabil di kisaran ratusan juta ton per tahun. Negeri Kanguru ini dikenal sebagai salah satu eksportir besar batu bara berkualitas tinggi, terutama ke pasar Asia.
Afrika Selatan dan Tantangan Transisi Energi Global
Beberapa negara lain turut masuk dalam daftar penghasil batu bara terbesar di dunia, meskipun dengan produksi lebih kecil dibandingkan lima besar. Di antaranya adalah Afrika Selatan sebagai produsen utama di benua Afrika. Negara-negara lainnya seperti Kazakhstan dan Jerman juga memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi global.
Posisi negara-negara penghasil batu bara dunia ini menunjukkan adanya ketergantungan yang masih besar terhadap sumber energi fosil tersebut. Hal ini terjadi meskipun banyak negara berupaya mempercepat transisi ke energi terbarukan. Permintaan batu bara secara global tetap tinggi, terutama di kawasan berkembang, yang menjadi tantangan dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon di dekade mendatang.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui data Global Firepower yang dirilis pada tahun 2026.