Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun asal Langfang, Provinsi Hebei, China Utara, menjadi perbincangan hangat setelah strategi investasinya viral di media sosial. Sejak tahun 2023, ia secara rutin mengonversi uang angpau Tahun Baru Imlek miliknya menjadi logam mulia emas sebagai instrumen simpanan jangka panjang.
Motivasi Unik di Balik Simpanan Emas
Ibu sang bocah, Bai, mengungkapkan bahwa putrinya mulai mengumpulkan emas karena alasan yang cukup sederhana. Bocah tersebut merasa khawatir jika uang tunai yang ia miliki akan terpakai oleh orang tuanya untuk keperluan lain. Bagi sang anak, emas dianggap sebagai aset yang lebih aman untuk disimpan dibandingkan uang tunai.
Setiap tahunnya, ia menerima uang angpau sekitar 4.000 yuan atau setara dengan Rp 9,7 juta. Alih-alih membelanjakannya untuk mainan seperti anak seusianya, ia memilih emas sebagai aset yang nilainya cenderung terjaga. “Putri saya mulai menginvestasikan uang keberuntungannya ke dalam emas karena khawatir kami (orang tua) akan menghabiskannya,” ungkap Bai sebagaimana dikutip dari laporan SCMP.
Pertumbuhan Nilai Aset dan Lonjakan Harga
Hingga saat ini, gadis kecil tersebut telah berhasil mengumpulkan sekitar 30 gram emas. Keputusan ini terbukti sangat menguntungkan seiring dengan meroketnya harga emas global. Saat pertama kali memulai investasi pada 2023, harga emas masih berada di kisaran 460 yuan per gram, namun kini telah melonjak tajam.
| Komponen Data | Tahun 2023 | Februari 2026 |
|---|---|---|
| Harga Emas per Gram | 460 yuan (Rp 1,1 juta) | 1.100 yuan (Rp 2,6 juta) |
| Total Nilai Aset (30 Gram) | 13.800 yuan (Rp 32,7 juta) | 33.000 yuan (Rp 78 juta) |
Selama setahun terakhir, harga emas di China dilaporkan meroket sekitar 60 persen. Para analis mengaitkan fenomena ini dengan berbagai faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, ancaman kebijakan tarif dari Amerika Serikat, hingga langkah bank sentral yang terus memperkuat cadangan emas mereka.
Julukan Gadis dari Masa Depan
Aksi cerdik bocah ini memicu beragam reaksi kagum dari warganet. Banyak yang menjulukinya sebagai “gadis dari masa depan” karena kemampuannya memprediksi pasar dengan tepat. Kesuksesan sang anak bahkan membuat Bai mengakui bahwa kemampuan investasi putrinya jauh melampaui dirinya sendiri.
Meskipun pasar sempat mengalami guncangan penurunan harian terbesar pada akhir Januari lalu, minat masyarakat di China terhadap emas tetap tidak tergoyahkan. Bai menyebutkan bahwa putrinya belum memiliki rencana untuk menjual koleksi tersebut dan justru berniat terus menambah simpanannya di masa depan.
Informasi lengkap mengenai fenomena investasi ini disampaikan melalui laporan SCMP dan pernyataan pihak keluarga yang dirilis pada Februari 2026.
