Internasional

Iran Soroti Retorika Trump: Tegaskan Kesiapan Negosiasi Nuklir Sambil Siaga Penuh Hadapi Potensi Perang

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Teheran menyatakan kesiapan untuk berdialog, namun pada saat yang sama menegaskan akan merespons keras jika mendapat serangan militer dari Washington. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara terbuka memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengambil tindakan yang dapat memicu eskalasi konflik.

Retorika Militer Donald Trump

Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorika konfrontatif pada Selasa malam, menyatakan kepada para pendukungnya bahwa armada kapal perang Amerika sedang berlayar menuju Iran. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis bahwa pengerahan kapal perang itu diharapkan dapat menekan Iran agar kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya.

Ia juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan militer yang disebutnya jauh lebih buruk dibandingkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 lalu.

Sikap Tegas Iran: Dialog dan Pertahanan

Dalam unggahan di akun X pada Rabu, 28 Januari 2026, misi Iran untuk PBB menyebut Teheran siap menyelesaikan perselisihan dengan AS melalui dialog yang dilandasi saling menghormati dan kepentingan bersama. Namun, unggahan tersebut juga menegaskan Iran tidak akan ragu membela diri dan merespons belum pernah terjadi sebelumnya apabila diserang, dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa pasukan Iran akan merespons secara cepat dan tegas terhadap setiap operasi militer AS. Peringatan ini disampaikan setelah Trump menyatakan waktu hampir habis untuk menghindari operasi militer, meskipun masih membuka peluang kesepakatan baru.

Araghchi menyatakan pasukan Iran siap menembak dan menanggapi dengan kuat setiap serangan. Ia tetap menggunakan bahasa diplomatik terkait kemungkinan perjanjian nuklir baru, menunjukkan adanya ruang untuk diplomasi.

Tawaran Kesepakatan Nuklir dari Teheran

Melalui unggahan di X, Araghchi menegaskan Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, setara, serta bebas dari paksaan dan intimidasi, sebagaimana diberitakan AFP pada Kamis, 29 Januari 2026. Ia menekankan bahwa kesepakatan tersebut harus menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai sekaligus memastikan tidak adanya senjata nuklir.

Araghchi kembali menegaskan posisi lama Teheran bahwa Iran tidak pernah berupaya memperoleh senjata nuklir, meskipun klaim tersebut terus diragukan oleh negara-negara Barat. Sebelumnya, Araghchi juga menyatakan bahwa diplomasi yang dibangun melalui ancaman militer tidak akan efektif maupun bermanfaat dalam menyelesaikan konflik.

Peringatan Keras dari Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkani, mengeluarkan pernyataan bernada keras dengan memperingatkan potensi konflik regional yang lebih luas. Dalam unggahan di X, Shamkani menyebut anggapan tentang serangan terbatas sebagai ilusi belaka.

Ia menegaskan setiap tindakan militer dari Amerika Serikat, dari mana pun asalnya dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang. Shamkani menyatakan respons Iran akan dilakukan secara segera, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan sasaran utama Tel Aviv serta para pendukung agresi.

Informasi lengkap mengenai dinamika ketegangan ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari berbagai pejabat Iran dan laporan media internasional yang dirilis hingga Kamis, 29 Januari 2026.