Islami

Jembatan Bridgewater Rp 9,3 Triliun Retak Sebelum Dibuka: Salah Hitung Beban Jadi Penyebab Utama

Advertisement

Jembatan Bridgewater baru di Tasmania, Australia, dilaporkan mengalami retakan signifikan pada salah satu pilarnya sesaat sebelum resmi dibuka untuk umum. Proyek infrastruktur senilai 786 juta dollar Australia atau setara Rp 9,35 triliun ini terpaksa menjalani perbaikan mendesak guna memastikan keamanan struktur jangka panjang.

Temuan kerusakan tersebut terungkap melalui dokumen yang dirilis melalui mekanisme Hak untuk Memperoleh Informasi (RTI) pada bulan ini. Jembatan yang membentang di atas Sungai Derwent ini merupakan bagian vital dari Jalan Raya Midland yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Tasmania.

Temuan Cacat Struktur pada Pilar Utama

Retakan ditemukan pada tumpuan beton di bagian atas pilar 1 dan dikategorikan sebagai “cacat tidak kecil” oleh tim verifikator independen. Masalah ini pertama kali dilaporkan saat inspeksi rutin pada 27 Mei 2025, hanya beberapa hari sebelum jadwal pembukaan resmi jembatan.

Departemen Pengembangan Negara Bagian menjelaskan bahwa istilah cacat tersebut merupakan ketentuan kontrak dan tidak berkaitan langsung dengan risiko keselamatan operasional. Pihak departemen menegaskan bahwa struktur jembatan tetap berada dalam kondisi aman bagi pengguna jalan sejak mulai dioperasikan pada 1 Juni 2025.

Penyebab Retakan: Kesalahan Hitung Beban Desain

Investigasi yang dilakukan oleh kontraktor desain dan pembangunan, McConnell Dowell (MCD), menunjukkan adanya ketidakakuratan dalam pemodelan kapasitas beban. Kesalahan ini dipicu oleh pengabaian faktor reklamasi lahan di sisi selatan jembatan dalam fase desain awal.

Advertisement

Berdasarkan perhitungan ulang, beban pada pilar tersebut ternyata mencapai 100 persen lebih tinggi dibandingkan estimasi semula. Kondisi ini menyebabkan beban geser melebihi batas Service Limit State (SLS), yang akhirnya memicu keretakan pada alas dan adukan semen struktur.

Langkah Perbaikan dan Ketahanan Jangka Panjang

Guna mengatasi masalah tersebut, pihak berwenang melakukan penguatan di lima titik strategis di sepanjang jembatan sepanjang 1,28 kilometer tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan jembatan mampu menahan beban ekstrem di masa depan, termasuk potensi bencana alam dan insiden tak terduga.

  • Penguatan struktur untuk menghadapi risiko beban ekstrem akibat gempa bumi.
  • Peningkatan ketahanan terhadap arus banjir besar di Sungai Derwent.
  • Proteksi tambahan terhadap kemungkinan benturan kapal pada pilar jembatan.

Pihak Departemen Pengembangan Negara Bagian menyatakan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan pada pilar 1 telah dituntaskan sepenuhnya. Mereka menekankan bahwa jembatan modern memang dirancang untuk memiliki fleksibilitas tertentu, dan kunci geser tetap berfungsi sebagaimana mestinya dalam kondisi operasi normal.

Informasi lengkap mengenai perkembangan teknis dan keamanan Jembatan Bridgewater ini disampaikan melalui pernyataan resmi Departemen Pengembangan Negara Bagian Tasmania yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement