Seorang pria di Provinsi Guangdong, China, bernama Jiang Jiang, mengalami kejadian tidak menyenangkan saat merayakan pesta akhir tahun kantornya. Meski diumumkan sebagai pemenang hadiah utama berupa iPhone 17 Pro Max, Jiang justru menemukan barang-barang tidak berharga di dalam kotak ponsel tersebut.
Jiang Jiang awalnya merasa sangat beruntung karena memenangkan hadiah mewah di hadapan seluruh rekan kerjanya. Ia bahkan sengaja membawa pulang kotak tersebut tanpa membukanya terlebih dahulu untuk memberikan kejutan kepada sang istri di rumah.
Isi Kotak Berupa Permen dan Keramik
Kegembiraan Jiang sirna saat ia membuka kotak yang terlihat sangat meyakinkan tersebut. Alih-alih mendapatkan unit ponsel pintar terbaru, ia justru menemukan dua batang cokelat, tiga buah permen lolipop, dan beberapa keping ubin keramik.
Padahal, saat acara berlangsung, pimpinan perusahaan secara terbuka mengumumkan jenis hadiah beserta nilai harganya di atas panggung. Hal ini membuat Jiang dan rekan-rekan kerjanya percaya bahwa hadiah tersebut adalah barang asli.
Alasan di Balik Lelucon Kantor
Berdasarkan klarifikasi Jiang, kejadian tersebut merupakan ide iseng dari manajer timnya. Terungkap bahwa bos di perusahaan tersebut sebenarnya tidak menyetujui anggaran untuk pembelian iPhone sebagai hadiah pesta akhir tahun.
“Saya berharap tahun 2026 akan dimulai dengan keberuntungan, tetapi mereka malah mengubah pesta akhir tahun menjadi acara April Mop bagi saya,” ujar Jiang sebagaimana dikutip dari SCMP pada Senin (16/2/2026).
Tuntutan Permintaan Maaf
Meskipun Jiang menyatakan tidak terlalu membutuhkan ponsel baru, ia merasa dipermalukan oleh lelucon tersebut. Ia menuntut agar pihak yang merencanakan aksi tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan seluruh rekan kerja.
Peristiwa ini terjadi menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada Selasa (17/2/2026). Kejadian tersebut kini menjadi sorotan luas di media sosial karena dianggap sebagai bentuk lelucon yang berlebihan terhadap karyawan.
Informasi lengkap mengenai peristiwa ini dilaporkan melalui pemberitaan South China Morning Post (SCMP) berdasarkan unggahan video dan pernyataan resmi Jiang Jiang.
