Opsi Judul:
- Gaya Hard News: Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel: Dua Pilot Gugur dan Kondisi Armada Rusak Berat
- Gaya Tokoh: Brigjen Faizal Ramadhani Ungkap Kronologi Penembakan Smart Air yang Tewaskan Pilot dan Kopilot
- Gaya SEO: Kondisi Pesawat Smart Air Usai Ditembak di Papua: Kaca Pecah, Sayap Berlubang, dan Bahan Bakar Bocor
Pesawat Smart Air menjadi sasaran penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat mendarat di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Kamis (12/2/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan pilot Egon Erwan dan Kopilot Baskoro meninggal dunia setelah terkena tembakan di area landasan pacu.
Kondisi Kerusakan Pesawat Smart Air
Berdasarkan laporan di lapangan, pesawat tersebut ditemukan dalam kondisi rusak berat di area parkir Bandara Korowai. Pintu bagian penumpang dan pilot ditemukan dalam keadaan terbuka. Kerusakan signifikan terlihat pada bagian jendela, di mana tiga kaca pesawat pecah akibat terjangan peluru.
Rincian kerusakan mencakup satu kaca di bagian depan tempat pilot dan dua kaca lainnya di bagian kabin penumpang. Selain itu, terdapat lubang yang diduga bekas tembakan pada bagian sayap dan badan pesawat. Kerusakan pada sayap juga menyebabkan bahan bakar pesawat menetes keluar.
Kronologi Penembakan di Bandara Korowai
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa suasana di bandara mendadak mencekam saat suara tembakan terdengar. Para penumpang yang berada di dalam pesawat segera berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan di sekitar lokasi kejadian.
“Mendengar tembakan, para penumpang langsung berupaya menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar lokasi. Dalam situasi kacau tersebut, pilot dan co-pilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan,” ujar Faizal.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Dua awak pesawat yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini telah teridentifikasi sebagai pilot Egon Erwan dan Kopilot Baskoro. Hingga saat ini, pihak keamanan masih melakukan pengamanan di sekitar Bandara Korowai guna mengantisipasi gangguan lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.
Informasi lengkap mengenai insiden penembakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
