PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyatakan kesiapannya untuk memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku baja bagi produksi kapal PT PAL Indonesia (Persero). Sinergi ini dilakukan menyusul instruksi pemerintah yang mewajibkan proyek pembuatan kapal nasional digarap oleh PT PAL di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Kapasitas Produksi dan Operasional HSM 1
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo, menjelaskan bahwa kapasitas produksi perusahaan saat ini telah mencapai 4,5 juta ton per tahun. Volume tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menyuplai kebutuhan plat baja yang menjadi komponen utama dalam pembuatan badan kapal di galangan PT PAL.
Peningkatan kapasitas ini didorong oleh kembali beroperasinya pabrik pengecoran dan pengerolan baja Hot Strip Mill (HSM) 1 yang sebelumnya sempat mengalami kendala teknis. Operasional HSM 1 pada tahun ini diprediksi akan menambah volume produksi hingga satu juta ton baja secara efektif.
- Total target produksi: 4,5 juta ton baja per tahun.
- Kontribusi HSM 1: Tambahan kapasitas sekitar 1 juta ton.
- Diversifikasi produk: Plat kapal, baja konstruksi, serta pipa minyak dan gas.
Mandat Proteksi Industri dari BPI Danantara
Kebijakan ini sejalan dengan langkah strategis BPI Danantara sebagai super holding BUMN yang mewajibkan perusahaan negara di sektor pelayaran untuk memesan kapal dari PT PAL. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan protektif ini diperlukan untuk memperkuat industri perkapalan tanah air.
Sejumlah perusahaan besar seperti PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) kini diwajibkan mengalihkan pesanan kapal mereka ke PT PAL. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan kompetitif melalui keberpihakan pada produksi dalam negeri.
Informasi mengenai kesiapan pasokan baja dan kebijakan industri perkapalan ini dihimpun dari pernyataan resmi manajemen Krakatau Steel dan BPI Danantara pada Februari 2026.
