Finansial

Mandiri Institute Ungkap 50 Persen Pekerja RI Alami Ketidaksesuaian Pendidikan dan Pekerjaan

Advertisement

Tim ekonom Bank Mandiri melalui Mandiri Institute menyoroti fenomena ketidaksesuaian atau mismatch di pasar tenaga kerja Indonesia yang masih tinggi di tengah tren penurunan angka pengangguran nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tercatat turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren Penurunan Pengangguran dan Pekerja Informal

Selain penurunan angka pengangguran, proporsi pekerja informal di Indonesia juga mengalami penyusutan menjadi 57,8 persen pada 2025 dari sebelumnya 58 persen pada 2024. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai kondisi ini mencerminkan adanya perbaikan dalam struktur pasar tenaga kerja.

“Penurunan TPT dan berkurangnya proporsi pekerja informal menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja kita bergerak ke arah yang lebih sehat dan resilien,” ujar Andry dalam keterangan tertulisnya.

Tantangan Ketidaksesuaian Pendidikan dan Pekerjaan

Meski secara kuantitas membaik, kualitas penciptaan lapangan kerja dinilai masih menghadapi tantangan besar berupa vertical mismatch. Data menunjukkan bahwa satu dari dua pekerja di Indonesia atau sekitar 50 persen mengalami ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jenis pekerjaan yang ditekuni.

Angka mismatch pada 2025 ini menunjukkan sedikit perbaikan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 51 persen. Ketidaksesuaian ini terjadi saat pekerja memiliki pendidikan yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kebutuhan jabatan, sehingga berpotensi menghambat produktivitas dan pertumbuhan upah.

Advertisement

Analisis Sektoral dan Kualifikasi Angkatan Kerja

Berdasarkan data BPS, sumber utama ketidaksesuaian ini berasal dari kelompok dengan pendidikan dan kualifikasi rendah yang mencapai 32 persen dari total pekerja. Kondisi ini sejalan dengan komposisi angkatan kerja berpendidikan setara SD atau lebih rendah yang masih berada di angka 33 persen.

Secara sektoral, ketidaksesuaian tertinggi tercatat pada sektor pengadaan air yang didominasi pekerja overeducated. Sementara itu, sektor pertanian mengalami mismatch akibat dominasi pekerja undereducated. Di sisi lain, sektor administrasi pemerintahan dan jasa keuangan memiliki proporsi pekerja overeducated yang relatif besar karena daya tarik stabilitas sektor formal.

Urgensi Sinergi Pendidikan dan Industri

Mandiri Institute menekankan pentingnya penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja agar kompetensi lulusan dapat terserap optimal melalui sinergi antara pendidikan, industri, dan pemerintah. Andry Asmoro menambahkan bahwa penguatan link and match serta perluasan program upskilling dan reskilling berbasis kebutuhan sektor sangat diperlukan.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Mandiri terlibat aktif dalam Program Magang Nasional untuk memberikan pengalaman kerja terstruktur bagi lulusan baru. Informasi lengkap mengenai kondisi pasar tenaga kerja ini disampaikan melalui pernyataan resmi Mandiri Institute yang dirilis pada Senin, 16 Februari 2026.

Advertisement