Utusan Amerika Serikat (AS) untuk NATO, Matthew Whitaker, menyatakan keraguan mendalam atas keinginan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui jalur diplomasi. Pernyataan ini disampaikan dalam panel Konferensi Keamanan Munich di Jerman pada Jumat (13/2/2026), di tengah konflik yang telah memasuki tahun keempat sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
Kontradiksi dengan Pernyataan Donald Trump
Pandangan Whitaker muncul sebagai kontradiksi langsung terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dirilis pada hari yang sama. Trump sebelumnya mengeklaim bahwa Rusia memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dan mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar segera mengambil langkah nyata menuju perdamaian.
Namun, Whitaker memiliki penilaian berbeda terhadap situasi di lapangan sebagaimana dilansir AFP. Ia meyakini bahwa pihak Ukraina sebenarnya memiliki itikad baik untuk melakukan perundingan, namun hal serupa tidak terlihat dari pihak Rusia.
Skeptisisme Terhadap Komitmen Kremlin
Whitaker menegaskan bahwa warga Ukraina saat ini bersedia membuat kesepakatan yang masuk akal dan adil dalam situasi yang ada. Sebaliknya, ia merasa skeptis terhadap komitmen jangka panjang dari pihak Kremlin untuk menghentikan agresi mereka.
“Saya pikir warga Ukraina bersedia membuat kesepakatan sekarang yang masuk akal, yang dalam situasi saat ini akan dianggap adil. Tetapi saya sama sekali tidak yakin bahwa pada akhirnya Rusia siap untuk membuat kesepakatan, atau bahkan akan pernah mampu membuat kesepakatan,” ujar Whitaker.
Tuntutan Wilayah dan Respons Ukraina
Hingga saat ini, upaya mediasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat belum membuahkan terobosan yang berarti. Moskow tetap kukuh pada tuntutannya agar Ukraina memberikan konsesi politik dan wilayah yang luas, termasuk penarikan mundur pasukan Ukraina dari wilayah Donetsk di bagian timur.
Pemerintah Ukraina menilai tuntutan Rusia tersebut tidak ubahnya sebagai bentuk kapitulasi atau menyerah tanpa syarat. Sebagai syarat gencatan senjata, Kyiv menuntut beberapa poin utama:
- Penolakan penarikan mundur pasukan secara sepihak.
- Jaminan keamanan yang kuat dari negara-negara Barat.
- Kepastian bahwa Rusia tidak akan meluncurkan serangan baru setelah gencatan senjata disepakati.
Informasi lengkap mengenai perkembangan isu diplomasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Matthew Whitaker dalam rangkaian Konferensi Keamanan Munich yang dirilis pada 13 Februari 2026.
