Mengenal Kecanggihan Tiga Jet Tempur Rafale Perdana yang Resmi Tiba di Indonesia untuk Perkuat TNI AU
Tiga unit pesawat tempur Rafale buatan Perancis akhirnya resmi mendarat di Indonesia sebagai bagian dari pengiriman perdana kerja sama pertahanan bernilai miliaran dollar AS. Kementerian Pertahanan memastikan armada canggih ini telah tiba di Tanah Air pada Jumat (23/1/2026) untuk memperkuat jajaran alutsista nasional.
Detail Kedatangan dan Kontrak Kerja Sama
Ketiga jet tempur tersebut saat ini dilaporkan telah berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa secara administratif dan teknis, pesawat tersebut sudah diserahterimakan kepada TNI Angkatan Udara.
Langkah ini merupakan bagian dari kontrak pembelian 42 unit Rafale yang ditandatangani pada 2022 dengan nilai mencapai 8 miliar dollar AS atau setara Rp 133,9 triliun. Indonesia tercatat sebagai pembeli utama senjata Perancis di kawasan Asia Tenggara, yang juga mencakup pemesanan kapal perang dan kapal selam.
Spesifikasi Dassault Rafale
Jet tempur Rafale dirancang untuk menjalankan misi secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada dukungan logistik eksternal. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis Dassault Rafale yang kini menjadi andalan baru pertahanan Indonesia:
| Tahun Operasional | 2001 (AL Perancis), 2006 (AU Perancis) |
| Panjang Pesawat | 15,3 meter |
| Kecepatan Maksimum | 1.915 km/jam (1.190 mph) |
| Kapasitas Senjata | 14 titik gantung (muatan hingga 9.500 kg) |
| Mesin | Dua mesin Safran M88-2 turbofans |
Agenda Peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto
Seremoni penerimaan resmi jet tempur ini sedang diagendakan untuk dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebutkan bahwa jadwal peresmian akan menyesuaikan dengan ketersediaan waktu Presiden di tengah agenda kenegaraan lainnya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia terus berkomitmen memperbarui armada tempur udara. Selain Rafale, pemerintah juga mempertimbangkan pengadaan pesawat F-15EX dari Amerika Serikat dan J-10 dari China, serta telah menandatangani kontrak untuk 48 pesawat tempur KAAN dari Turki.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan alutsista dan spesifikasi armada TNI dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.