Kapal induk bertenaga nuklir terbesar di dunia milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, dilaporkan tengah bergerak menuju kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer AS. Langkah strategis ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan dengan Iran, bertepatan dengan pelaksanaan negosiasi nuklir antara utusan Iran dan AS di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan laporan The New York Times, USS Gerald R Ford beserta gugus tempur pengawalnya telah menerima instruksi resmi mengenai perubahan rute tujuan tersebut. Kapal induk ini diprediksi akan tiba di perairan Timur Tengah dalam kurun waktu tiga pekan ke depan guna memberikan proyeksi kekuatan udara di wilayah internasional.
Lompatan Teknologi dan Spesifikasi USS Gerald R Ford
Sebagai kapal utama dari kelas terbaru di Angkatan Laut AS, USS Gerald R Ford memegang predikat sebagai salah satu kapal induk paling mutakhir di dunia. Melansir Times of India, ini merupakan desain kapal induk baru pertama yang diperkenalkan Amerika Serikat dalam lebih dari empat dekade terakhir sejak kelas Nimitz.
Kapal ini membawa berbagai lompatan teknologi yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, di antaranya:
- Sistem Peluncuran Pesawat Elektronik (EMALS): Menggantikan sistem uap tradisional untuk peluncuran pesawat yang lebih efisien dan aman.
- Dimensi Masif: Memiliki panjang sekitar 337 meter dengan bobot mencapai 100.000 ton saat terisi penuh.
- Kapasitas Angkut: Mampu membawa 60 hingga 75 pesawat, termasuk jet tempur F-35C, F/A-18 Super Hornet, serta platform pengawasan udara.
Klasifikasi CVN-78 dan Keunggulan Propulsi Nuklir
Penamaan CVN-78 mengidentifikasi USS Gerald R Ford sebagai jenis kapal perang spesifik. Dikutip dari Wion, kode ‘CV’ menunjukkan kapal induk, ‘N’ menandakan propulsi nuklir, dan 78 merupakan nomor urut penugasan di Angkatan Laut AS.
Kapal ini dilengkapi dengan dua reaktor nuklir A1B yang memungkinkan operasional selama bertahun-tahun tanpa perlu pengisian bahan bakar. Keberadaan reaktor ini memberikan jangkauan dan daya tahan luas, sehingga Ford mampu mempertahankan operasi berkecepatan tinggi dalam waktu lama jauh dari pelabuhan asalnya.
Rekam Jejak Operasi di Karibia dan Penangkapan Maduro
Sebelum dialihkan ke Timur Tengah, USS Gerald R Ford ditempatkan di Laut Karibia pada akhir 2025 sebagai bagian dari Operasi Southern Spear. Operasi ini bertujuan untuk melawan perdagangan narkotika internasional dan mengatasi ketidakstabilan regional di kawasan dekat Venezuela.
Kehadiran kapal induk ini di Karibia juga bertepatan dengan momentum penangkapan Presiden Nicolas Maduro di Caracas oleh pasukan AS. Operasi tersebut dilaporkan mendapat dukungan langsung dari pesawat-pesawat yang tergabung dalam sayap udara USS Gerald R Ford sebelum akhirnya kapal diperintahkan bergerak menuju Timur Tengah.
Informasi lengkap mengenai pergerakan armada tempur ini disampaikan melalui laporan resmi militer Amerika Serikat dan pembaruan data navigasi yang dirilis pada Februari 2026.
