Finansial

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Ekonomi Indonesia Menuju Indonesia Emas Bukan Masa Depan Suram

Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan perekonomian Indonesia berpeluang memasuki fase ekspansi panjang hingga tahun 2033. Hal ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara pada Jumat, 13 Februari 2026.

Purbaya menilai peluang tersebut terbuka lebar jika kebijakan ekonomi dijaga secara konsisten dan momentum pertumbuhan tidak terputus. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas untuk mencapai target jangka panjang negara.

“Jadi kita punya kemungkinan besar, bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia emas, bukan Indonesia suram,” ujar Purbaya dalam keterangannya.

Tren Pertumbuhan Ekonomi dan Fondasi Ekspansi

Purbaya memaparkan bahwa siklus bisnis Indonesia saat ini bergerak dalam pola ekspansi dan kontraksi periodik. Sepanjang tahun 2025, ekonomi nasional tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan tren penguatan yang signifikan, di mana angka 4,87 persen pada awal tahun meningkat menjadi 5,39 persen pada kuartal IV. Tren positif ini disebut sebagai fondasi kuat untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih tinggi di masa depan.

Indikator Makro dan Surplus Perdagangan

Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan yang merata di berbagai sektor. Aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansif, sementara indeks kepercayaan konsumen terus mengalami kenaikan.

Sektor riil juga menunjukkan gairah dengan berbaliknya angka penjualan ritel dan kendaraan ke zona positif. Selain itu, surplus perdagangan Indonesia tercatat berlanjut selama 68 bulan berturut-turut.

Advertisement

Indikator EkonomiCapaian Tahun 2025
Pertumbuhan Ekonomi5,11%
Surplus Perdagangan41 Miliar Dollar AS
Defisit PDB2,9%

Nilai surplus perdagangan pada 2025 mencapai 41 miliar dollar AS, atau mengalami kenaikan sebesar 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar nasional.

Kebijakan Fiskal dan Target Belanja 2026

Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap terkendali dengan menjaga defisit di angka 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini tetap berada di bawah batas aman yang ditetapkan undang-undang, yakni 3 persen.

Untuk awal tahun 2026, pemerintah melakukan percepatan belanja negara. Hingga kuartal I-2026, realisasi belanja diperkirakan akan mencapai Rp 809 triliun guna mendukung program-program prioritas nasional.

Akselerasi ini mencakup pemberian stimulus dan belanja sosial untuk menjaga daya beli masyarakat serta likuiditas sistem keuangan. Purbaya memastikan ketersediaan uang di sistem agar roda ekonomi terus bergerak dan penjualan meningkat.

Informasi lengkap mengenai proyeksi ekonomi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Indonesia Economic Outlook yang dirilis pada 13 Februari 2026.

Advertisement