Misteri Geologis Terpecahkan: Ilmuwan Ungkap Alasan Sungai Green Colorado Tampak Mengalir Melawan Gravitasi
Para ilmuwan berhasil memecahkan misteri geologis yang telah berlangsung selama jutaan tahun terkait aliran Sungai Green, anak Sungai Colorado di Amerika Serikat. Sungai yang melintasi Pegunungan Uinta ini selama ini tampak mengalir “melawan gravitasi”, sebuah fenomena yang membingungkan para peneliti.
Studi terbaru yang dipublikasikan pada Senin, 2 Februari 2026, mengungkap bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh tetesan litosfer di bawah kerak bumi yang membuat ketinggian pegunungan sempat menurun, memungkinkan sungai mengukir jalurnya.
Misteri Aliran Sungai Green yang Menentang Fisika
Secara umum, sungai mengalir menuruni bukit atau lereng, mengikuti hukum gravitasi dari ketinggian menuju tempat yang lebih rendah. Namun, Sungai Green menunjukkan anomali dengan ‘memotong’ Pegunungan Uinta yang menjulang hingga 4.000 meter, bukan mengitarinya.
Fenomena ini membuat Sungai Green terlihat seolah ‘mengalir ke atas gunung’, menentang hukum fisika. “Ini jalur yang sangat aneh. Pegunungan Uinta sudah ada sejak 50 juta tahun lalu, tapi Sungai Green baru mulai mengalir di jalur ini sekitar 8 juta tahun yang lalu, dan kemungkinan baru stabil sejak 2 juta tahun yang lalu,” jelas Adam Smith, peneliti pemodelan numerik dari Universitas Glasgow, Inggris, seperti dikutip dari Live Science pada Senin (2/2/2026).
Aliran sungai ini juga membentuk Ngarai Lodore sedalam 700 meter, dengan jalur yang tegak lurus terhadap pegunungan, sebelum akhirnya bertemu dengan Sungai Colorado.
Tetesan Litosfer Ungkap Rahasia di Balik Aliran Sungai
Dilansir dari Science Alert pada Kamis (5/2/2026), penelitian yang dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Earth Surface pada Senin (2/2/2026) ini menemukan bahwa Sungai Green tidak benar-benar mengalir ke atas. Para peneliti mengungkapkan bahwa Pegunungan Uinta sempat mengalami penurunan ketinggian, memungkinkan Sungai Green mengalir di atasnya.
Penurunan ketinggian ini disebabkan oleh fenomena tetesan litosfer, yakni bagian bawah kerak bumi yang sangat berat ‘menetes’ ke dalam mantel cair tepat di bawah Pegunungan Uinta. Kondisi ini menarik pegunungan ke bawah, menciptakan jalur bagi Sungai Green.
Setelah tetesan litosfer berhenti, pegunungan tersebut naik kembali sekitar 400 meter, yang kemudian membentuk Ngarai Lodore yang terlihat saat ini. “Begitu Sungai Green mulai mengalir melewati Pegunungan Uintas, sungai itu terus mengikis pegunungan, menciptakan struktur seperti Ngarai Lodore,” tambah Smith.
Konsep tetesan litosfer ini relatif baru ditemukan, namun bukti keberadaannya telah teridentifikasi di beberapa lokasi, termasuk Pegunungan Andes. “Hal ini dapat terjadi di mana pun pegunungan dapat terbentuk, dan dapat terjadi kapan saja,” kata Smith.
Bukti Seismik dan Dampak Lingkungan
Para ilmuwan memperoleh bukti pendukung teori tetesan litosfer ini melalui pencitraan seismik dan pemodelan komputer. Hasilnya menunjukkan adanya bongkahan besar di bawah Pegunungan Uinta serta lapisan kerak di atasnya yang tampak lebih tipis, menguatkan hipotesis tersebut.
Ketika pegunungan tersebut kembali naik sekitar 2 hingga 5 juta tahun lalu, Sungai Green tetap mempertahankan alirannya, yang akhirnya menjadi anak sungai dari Sungai Colorado. Peristiwa geologis ini turut mengubah batas aliran sungai di Amerika Utara, memisahkan sungai yang mengalir ke Samudra Pasifik dan Atlantik, sekaligus menciptakan habitat baru yang memengaruhi evolusi satwa liar.
Mitchell McMillan, ahli geologi dari Georgia Institute of Technology, menyatakan bahwa fenomena tetesan litosfer memberikan penjelasan yang masuk akal terkait jalur aliran Sungai Green yang tidak biasa. “Aspek paling menarik dari penelitian ini adalah penggunaan petunjuk di permukaan Bumi untuk memahami proses di mantel dan bagaimana proses tersebut dapat memengaruhi pegunungan,” ujar McMillan.
“Terlepas dari apakah hipotesis tetesan pada akhirnya terbukti benar atau tidak, penelitian ini tetap menjadi demonstrasi berharga dari pendekatan tersebut,” lanjutnya.
Informasi lengkap mengenai pemecahan misteri aliran Sungai Green ini disampaikan melalui studi yang dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Earth Surface pada 2 Februari 2026, serta dikutip dari laporan Live Science dan Science Alert.