Netanyahu Ungkap Penolakan Otoritas Palestina Pimpin Gaza, Soroti Pelanggaran Serius dan Kondisi Terkini
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menyatakan bahwa Otoritas Palestina tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan Jalur Gaza dalam bentuk apa pun. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu saat bertemu dengan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, di Yerusalem pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Pernyataan Netanyahu tentang Masa Depan Gaza
Kantor PM Israel melalui akun X mengklarifikasi posisi Netanyahu tersebut, menegaskan bahwa keterlibatan Otoritas Palestina dalam administrasi Jalur Gaza dikesampingkan. Selain itu, Netanyahu juga kembali menggarisbawahi tuntutan yang tidak dapat ditawar terkait pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza.
Menurut laporan The Jerusalem Post pada Selasa (3/2/2026), PM Israel juga menekankan pentingnya pemenuhan tujuan-tujuan perang sebelum rekonstruksi wilayah tersebut dapat dilaksanakan.
Tuntutan Israel dan Isu Pelanggaran
Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu juga memberikan pembaruan kepada Duta Besar AS Mike Huckabee mengenai dugaan pelanggaran serius yang ditemukan di Jalur Gaza. Salah satu pelanggaran yang disoroti adalah dugaan penggunaan tas UNRWA untuk menyembunyikan persenjataan.
Sementara itu, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan Iran di Istanbul, Turkiye, pada Jumat (6/2/2026). Menanggapi rencana pertemuan ini, Netanyahu menegaskan kembali posisinya bahwa “Iran telah berulang kali membuktikan bahwa janji-janji tidak dapat dipercaya,” seperti dilansir dari The Times of Israel pada Selasa (3/2/2026).
Kondisi Terkini di Jalur Gaza Pasca-Gencatan Senjata
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza. Serangan udara dan tank Israel terbaru telah menewaskan sedikitnya 21 orang di Gaza, termasuk enam anak dan tujuh perempuan, demikian dikutip dari TheGuardian pada Rabu (4/2/2026).
Serangan tersebut menargetkan Kota Gaza dan Khan Younis. Sejak dimulainya gencatan senjata, Israel telah menewaskan lebih dari 556 orang di Gaza, dengan sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil, menurut pejabat kesehatan setempat. Di sisi lain, Israel menuding kelompok bersenjata Palestina telah menewaskan empat tentara Israel dalam periode waktu yang sama.
Penutupan Perlintasan Rafah dan Dampaknya
Para pejabat kesehatan juga melaporkan bahwa Israel telah menghentikan penyeberangan pasien medis melalui perlintasan perbatasan Rafah menuju Mesir. Perlintasan tersebut sempat dibuka kembali sebagian pada Senin (2/2/2026), memungkinkan sejumlah kecil warga Palestina menyeberang untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir.
Bulan Sabit Merah menyatakan bahwa para pasien yang telah tiba di sebuah rumah sakit di Khan Younis untuk persiapan menyeberang Rafah guna mendapatkan perawatan, kemudian diberi tahu bahwa proses evakuasi ditunda oleh pihak Israel. Seorang pasien, Raja’a Abu Teir, mengutip informasi yang diterima, “Mereka menghubungi para pasien dan mengatakan bahwa hari ini sama sekali tidak ada perjalanan, perlintasan ditutup.”
Informasi lengkap mengenai pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kondisi terkini di Jalur Gaza disampaikan melalui pernyataan resmi Kantor PM Israel dan laporan berbagai media internasional.