Pemerintah Malaysia Beri Insentif Rp 8,5 Juta, Dorong Pemilik Ganti Mobil Tua dengan Unit Baru
Pemerintah Malaysia secara resmi meluncurkan Program Matching Grant pada Selasa, 27 Februari 2026. Program ini menawarkan insentif hingga 2.000 ringgit Malaysia, setara sekitar Rp 8,5 juta, bagi pemilik mobil berusia lebih dari 20 tahun yang berencana mengganti kendaraannya dengan model baru. Dengan total anggaran 10 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 42,6 miliar, inisiatif ini diperkirakan akan memberikan manfaat kepada 5.000 pemilik kendaraan.
Detail Program Insentif
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menjelaskan bahwa program ini secara khusus berlaku untuk pemilik mobil produk lokal, yakni Proton atau Perodua. “Dalam program ini, setiap penerima yang memenuhi syarat akan menerima matching grant hingga 2.000 ringgit, yang akan dipadankan oleh produsen kendaraan lokal yang berpartisipasi,” terang Loke, seperti dikutip dari MalayMail pada Selasa (27/2/2026).
Loke menambahkan bahwa insentif ini akan meningkatkan total subsidi yang diterima masyarakat, sekaligus mengurangi biaya keseluruhan pembelian kendaraan baru. Selain hibah dari pemerintah, pemilik mobil juga akan memperoleh insentif tambahan sebesar 2.000 ringgit Malaysia dari pihak produsen, sehingga total potongan harga menjadi lebih besar.
Insentif dari produsen ini berlaku untuk seluruh model Proton, kecuali Proton Saga terbaru dan Proton e.MAS 5. Kedua model yang dikecualikan tersebut hanya akan menerima total insentif sebesar 2.000 ringgit Malaysia dari pemerintah.
Tujuan dan Dampak Program
Loke menuturkan, skema insentif pembelian mobil baru ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, program ini bertujuan mengurangi jumlah kendaraan tua dan tidak aktif di jalan, yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan. Kedua, inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, mengingat mobil-mobil lama umumnya tidak dilengkapi fitur keselamatan modern.
“Seiring terus bertambahnya jumlah kendaraan, tantangan kita adalah memastikan bahwa setiap kali kendaraan baru masuk ke dalam sistem, kendaraan lama dikeluarkan dari jalan,” ujar Loke. Ia mencatat bahwa rekor penjualan kendaraan baru pada tahun 2025 mencapai 820.000 unit.
Inisiatif ini ditujukan untuk membantu pemilik mobil yang telah lama tidak digunakan atau memiliki nilai jual yang rendah. “Jika ada yang merasa mobilnya masih memiliki nilai lebih di pasar mobil bekas, itu tidak masalah, namun sasaran kami adalah membantu pemilik mobil yang sudah lama terparkir dan tidak digunakan,” ucap Loke.
Kebutuhan akan program semacam ini diperkuat oleh data Departemen Transportasi Jalan (JPJ) yang menunjukkan bahwa hingga Desember 2025, Malaysia memiliki hampir 19,7 juta mobil terdaftar. Lebih dari empat juta mobil di antaranya tercatat memiliki pajak jalan tidak aktif selama tiga tahun atau lebih.
Mekanisme Penjaminan Transparansi
Untuk menjamin transparansi, kendaraan yang diserahkan harus dinonaktifkan melalui sistem daring e-DeREG milik JPJ. Sistem ini memungkinkan pemilik mobil untuk membatalkan registrasi kendaraan secara digital tanpa harus mengunjungi loket fisik.
“Digitalisasi ini membuat proses menjadi lebih cepat, lebih transparan, lebih aman, serta lebih ramah pengguna, sekaligus mengurangi birokrasi dan waktu tunggu,” tutur Loke, dilansir dari Free Malaysia Today pada Selasa (27/2/2026).
Kendaraan-kendaraan tersebut kemudian akan dimusnahkan di fasilitas pengolahan otomotif resmi berlisensi (Authorised Automotive Treatment Facilities/AATF). Hal ini bertujuan memastikan proses pembongkaran dilakukan secara legal, profesional, dan sesuai dengan standar lingkungan, sekaligus mencegah kendaraan lama kembali beredar di jalan secara ilegal.
Informasi lengkap mengenai program insentif ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, yang dirilis pada 27 Februari 2026.