Pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) menjadi sasaran penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) ini mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
Kronologi Penembakan di Bandara Koroway Batu
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pesawat tersebut membawa 13 penumpang dengan rincian 12 dewasa dan satu bayi. Pesawat lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT dan tiba di tujuan pukul 11.05 WIT. Sesaat setelah mendarat, pesawat langsung dihujani tembakan oleh kelompok bersenjata.
Upaya Penyelamatan dan Pesan Darurat Pilot
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyebutkan bahwa Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro sempat mengirimkan pesan darurat melalui perangkat GPS Garmin sesaat setelah mendarat. Dalam pesan tersebut, mereka melaporkan adanya serangan dan upaya melarikan diri ke hutan untuk menghindari kejaran pelaku.
Pilot dan Kopilot Gugur di Area Hutan
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, mengonfirmasi bahwa pilot dan kopilot tewas setelah dikejar oleh kelompok OTK ke dalam hutan. Pihak kepolisian menerima konfirmasi kematian kedua kru pesawat tersebut pada pukul 13.17 WIT. Sementara itu, 13 penumpang lainnya berhasil selamat dari peristiwa mencekam tersebut.
Rencana Evakuasi dan Investigasi Satgas Damai Cartenz
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, menyatakan bahwa proses evakuasi jenazah dijadwalkan pada Kamis (12/2/2026). Tim Satgas akan dikirim terlebih dahulu ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan guna mengidentifikasi kelompok di balik serangan ini.
Daftar Penumpang Selamat
Berikut adalah identitas 13 penumpang pesawat Smart Air yang dinyatakan selamat:
- Yance Bemonop
- Limu Gurik
- Yanduk Kogoya
- Turis Magai
- Emira Wonda
- Kiris (bayi)
- Dua Lima Kogoya
- Inantinus Kahipka
- Irfan Kahipka
- Samuel Jitmau
- Pania Mialim
- Topius Kogoya
- Tialongga Kogoya
Informasi lengkap mengenai insiden penembakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan pada 12 Februari 2026.
