Otoritas Brasil berhasil membongkar jaringan pencucian uang senilai lebih dari 1 miliar real atau setara Rp 3 triliun yang diduga melibatkan sindikat kriminal terbesar di negara tersebut, Primeiro Comando da Capital (PCC). Operasi besar-besaran ini menyasar jaringan distribusi elektronik yang memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah tokoh bisnis asal China.
Modus Operandi Melalui Platform E-Commerce
Penyelidik mengungkapkan bahwa sindikat PCC diduga memanfaatkan platform e-commerce bernama Knup Brasil untuk menjual berbagai produk elektronik impor, seperti pengisi daya ponsel dan timbangan digital. Meskipun barang-barang tersebut diperoleh secara legal, struktur keuangan di balik penjualannya dirancang untuk menyembunyikan pendapatan asli dan menghindari kewajiban pajak.
Kepolisian Sao Paulo menjelaskan bahwa pelanggan diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui sistem pembayaran instan Brasil, Pix, ke perusahaan-perusahaan cangkang yang tidak memiliki aktivitas komersial sah. Selain itu, faktur pembelian sengaja diterbitkan dengan nilai yang jauh lebih rendah guna menciptakan ketidaksinkronan antara pendapatan yang dilaporkan dan arus kas sebenarnya.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Kasus ini bermula dari laporan seorang konsumen yang menerima barang tidak lengkap dan faktur dengan nilai yang tidak sesuai saat membeli pengisi daya USB serta timbangan digital. Laporan tersebut menuntun petugas ke sebuah gudang di distrik Bras, Sao Paulo, yang menjadi titik awal pengembangan penyelidikan terhadap 14 perusahaan dan 18 individu.
Penyidik mengidentifikasi seorang pengusaha China bernama Yifeng Jang sebagai pemimpin jaringan tersebut. Saat ini, Jang diyakini berada di China dan tidak ikut tertangkap dalam operasi yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026. Namun, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka yang memiliki catatan kriminal terkait PCC beserta seorang perempuan yang berperan sebagai koordinator skema keuangan.
Ekspansi Kejahatan Finansial Geng PCC
PCC yang didirikan pada 1993 kini telah bertransformasi dari geng penjara menjadi organisasi kriminal terstruktur yang menguasai jalur kokain menuju Eropa dan Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini mulai merambah kejahatan finansial melalui platform fintech, mata uang kripto, hingga sektor transportasi perkotaan.
“Bagi beberapa perusahaan dan pengusaha, ada kerendahan moral dalam menjalin hubungan dengan PCC, yang telah menjadi platform layanan sejati bagi mereka yang ingin meningkatkan keuntungan,” ujar Komisaris Fernando David, Kepala Divisi Kejahatan Terorganisir Kepolisian São Paulo.
Langkah Pemutusan Aliran Dana
Jaksa menyatakan bahwa jaringan ini beroperasi melalui serangkaian rekening transit untuk memecah transaksi guna mempersulit pelacakan oleh otoritas. Sebagai langkah penindakan, unit pemulihan aset telah membekukan properti, simpanan bank, dan investasi keuangan milik para tersangka.
Ivan Agostinho, jaksa negara bagian yang menangani kasus ini, menegaskan bahwa fokus utama otoritas adalah melumpuhkan sumber keuangan organisasi tersebut. Menurutnya, pencekikan secara finansial merupakan satu-satunya cara efektif untuk menjangkau dan melemahkan organisasi kriminal besar seperti PCC.
Informasi lengkap mengenai perkembangan penyelidikan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepolisian Negara Bagian São Paulo yang dirilis pada Februari 2026.
