Islami

Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al Aqsa Sheikh Muhammad Ali Abbasi Jelang Ramadhan 2026

Advertisement

Otoritas keamanan Israel menangkap Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Muhammad Ali Abbasi, di dalam kompleks tempat suci tersebut di Yerusalem Timur pada Senin (16/2/2026) malam. Penangkapan ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan yang dijadwalkan jatuh pada pekan ini.

Detail Penangkapan dan Larangan Akses

Berdasarkan keterangan otoritas Yerusalem, Sheikh Muhammad Ali Abbasi ditahan oleh pasukan Israel saat berada di dalam area masjid. Selain penangkapan, pihak berwenang juga mengeluarkan perintah pengusiran yang melarang sang imam memasuki kompleks Al Aqsa selama satu pekan ke depan.

Pemerintah Yerusalem mengonfirmasi bahwa Sheikh Abbasi dilarang memasuki kompleks masjid tanpa penjelasan rinci mengenai alasan di balik kebijakan tersebut. Langkah ini menambah daftar panjang pembatasan yang menyasar tokoh agama, penceramah, hingga kelompok al-Murabitin di kawasan tersebut.

Pembatasan Logistik dan Akses Jamaah

Menjelang Ramadhan, situasi di Yerusalem Timur dan Tepi Barat dilaporkan semakin tegang. Otoritas Israel dilaporkan menghalangi administrator Waqf Islam dalam melakukan persiapan logistik, seperti pemasangan tenda peneduh dan titik medis untuk melayani ratusan ribu jamaah yang diperkirakan hadir.

  • Lebih dari 250 perintah pelarangan masuk ke Al Aqsa diterbitkan sejak awal tahun 2026.
  • Sebanyak 25 pegawai Waqf Islam telah diberhentikan dari tugasnya oleh otoritas setempat.
  • Pembatasan demografis ketat diberlakukan bagi warga Tepi Barat yang ingin beribadah.

Eskalasi Konflik di Tepi Barat

Ketegangan tidak hanya terjadi di Yerusalem. Di dekat tembok pemisah sebelah barat Qalqilya, seorang pemuda Palestina berusia 18 tahun tewas ditembak pasukan Israel. Insiden ini terjadi di tengah operasi militer yang terus meningkat di wilayah Tepi Barat sejak Oktober 2023.

Advertisement

Media lokal melaporkan adanya pengerahan batalion tambahan guna memperluas operasi penangkapan menjelang bulan suci. Sejak pecahnya konflik, lebih dari 1.100 warga Palestina dilaporkan tewas dan sekitar 11.500 lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai operasi keamanan.

Kecaman Internasional dan Sikap Militer Israel

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam langkah Israel yang mendaftarkan lahan di Tepi Barat sebagai properti negara. PBB menegaskan bahwa permukiman di wilayah pendudukan tidak memiliki keabsahan hukum. Senada dengan itu, Raja Yordania Abdullah II memperingatkan bahwa tindakan tersebut mengancam stabilitas kawasan.

Di sisi lain, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode penentuan dalam menghadapi ancaman di berbagai front. Ia menegaskan niat militer untuk mempertahankan tempo operasional tinggi guna mencapai hasil yang menentukan.

Informasi mengenai perkembangan situasi di Masjid Al Aqsa ini dihimpun dari laporan resmi otoritas Yerusalem dan pernyataan lembaga internasional yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement