Kepolisian Perancis menangkap seorang wanita berusia 50 tahun menyusul penemuan dua jasad bayi yang baru lahir di dalam mesin pembeku (freezer) rumah keluarganya di Desa Aillevillers-et-Lyaumont. Pihak kejaksaan mengonfirmasi pada Kamis (12/2/2026) bahwa tersangka telah mengakui perbuatannya membekukan kedua bayi tersebut sesaat setelah dilahirkan.
Kronologi Penemuan Jasad Bayi
Peristiwa tragis ini mulai terungkap pada Selasa (10/2/2026) saat anggota keluarga menemukan satu jasad bayi di dalam freezer rumah satu lantai tersebut. Setelah melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang, polisi menemukan jasad bayi kedua dalam kondisi terbungkus kantong di lokasi yang sama.
Kasus ini mencuat setelah tersangka meninggalkan rumah secara mendadak pada Desember 2025. Ia meninggalkan empat anaknya yang berusia antara 14 hingga 20 tahun bersama ayah mereka, serta seorang anak kelima dari hubungan yang berbeda.
Pengakuan Tersangka dan Keterangan Kejaksaan
Tersangka ditangkap di Boulogne-Billancourt, pinggiran barat Paris, pada Rabu (11/2/2026). Prokurator Cedric Logelin menjelaskan bahwa tersangka langsung membungkus bayi-bayi tersebut setelah lahir dan menempatkannya di dalam freezer yang terletak di ruang cuci.
Selama proses interogasi, tersangka dilaporkan beberapa kali menangis dan menyatakan penyesalannya terhadap keluarga. Magistrat Christine de Curraize mengungkapkan bahwa tersangka kerap mengenakan pakaian longgar untuk menyembunyikan kehamilan dari orang-orang terdekatnya.
Berdasarkan keterangan awal, kedua bayi tersebut diperkirakan lahir antara tahun 2011 hingga 2018. Sementara itu, pasangan tersangka yang turut ditahan mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal kehamilan tersebut dan merasa sangat terkejut atas temuan ini.
Ancaman Hukuman dan Konteks Kasus Serupa
Penyelidikan resmi kini telah dibuka atas dugaan pembunuhan anak di bawah usia 15 tahun. Jika terbukti bersalah, tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup. Pihak kejaksaan juga telah menjadwalkan otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua bayi tersebut.
Wali Kota Aillevillers-et-Lyaumont, Jean-Claude Tramesel, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang mengguncang desa berpenduduk 1.500 jiwa tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa di Perancis, termasuk kasus pada tahun 2022, 2015, dan kasus fenomenal Veronique Courjault pada 2009.
Informasi lengkap mengenai perkembangan penyelidikan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kejaksaan Perancis dan laporan kantor berita AFP yang dirilis pada Februari 2026.
