Islami

Presiden Zelensky Ungkap Tekanan Donald Trump Terkait Konsesi Damai Ukraina dan Rusia di Jenewa

Advertisement

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan harapannya agar perundingan damai dengan Rusia yang dimediasi oleh Amerika Serikat dapat kembali digelar pada pekan ini. Harapan tersebut disampaikan di tengah peringatan bahwa pihak Kyiv terlalu sering diminta untuk memberikan konsesi, sementara jaminan keamanan yang jelas bagi negaranya belum diberikan secara memadai.

Pernyataan ini disampaikan Zelensky dalam Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (14/2/2026), saat Presiden AS Donald Trump berupaya menengahi kesepakatan guna mengakhiri konflik di Eropa. Ketiga pihak dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026) dan Rabu (18/2/2026) mendatang.

Fokus Perundingan dan Isu Konsesi Sepihak

Zelensky berharap pembicaraan trilateral di Jenewa dapat berlangsung secara serius, substantif, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Namun, ia mengungkapkan adanya ketimpangan dalam pembahasan isu konsesi yang selama ini berlangsung.

“AS sering kembali membahas topik konsesi, dan terlalu sering konsesi itu hanya dibahas dalam konteks Ukraina, bukan Rusia,” ujar Zelensky sebagaimana dikutip dari Al Jazeera. Ia menilai bahwa Washington lebih banyak mengarahkan tuntutan konsesi kepada Ukraina dibandingkan kepada pihak Rusia.

Tuntutan Jaminan Keamanan Jangka Panjang

Salah satu poin utama yang ditekankan Zelensky adalah pentingnya jaminan keamanan yang kuat untuk mencegah kembalinya agresi militer di masa depan. Ia menyoroti minimnya keterlibatan negara-negara Eropa dalam proses negosiasi saat ini.

  • Ukraina menginginkan kesepakatan jaminan keamanan yang berlaku selama 20 tahun atau lebih.
  • AS mengusulkan jaminan keamanan dengan durasi 15 tahun setelah perang berakhir.
  • Pihak Rusia menentang pengerahan pasukan asing di wilayah Ukraina.

Zelensky menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat dibangun di atas jaminan keamanan yang jelas. Menurutnya, tanpa sistem keamanan tersebut, risiko pecahnya perang di masa mendatang akan tetap ada.

Advertisement

Tekanan Politik dan Dinamika Delegasi

Dalam keterangannya kepada awak media, Zelensky mengaku merasakan tekanan dari Donald Trump yang mendesaknya agar segera bertindak dan tidak melewatkan kesempatan untuk berdamai. Di sisi lain, Zelensky juga menyoroti perubahan mendadak dalam susunan delegasi Rusia.

Kremlin mengumumkan bahwa delegasi Rusia kini dipimpin oleh penasihat Vladimir Putin, Vladimir Medinsky, menggantikan kepala intelijen militer Igor Kostyukov. Zelensky menilai langkah ini sebagai indikasi bahwa Moskow berupaya menunda tercapainya kesepakatan damai.

Data Tawanan dan Syarat Gencatan Senjata

Terkait aspek kemanusiaan, Zelensky mendesak adanya misi pemantauan gencatan senjata serta pertukaran tawanan perang secara menyeluruh. Berdasarkan data saat ini, Rusia diperkirakan menahan sekitar 7.000 tentara Ukraina, sedangkan pihak Kyiv menahan lebih dari 4.000 personel militer Rusia.

PihakJumlah Tawanan (Estimasi)
Tentara Ukraina (ditahan Rusia)7.000
Personel Rusia (ditahan Ukraina)4.000

Zelensky menegaskan bahwa gencatan senjata diperlukan sebagai landasan untuk menyelenggarakan referendum nasional mengenai kesepakatan damai yang akan dicapai. Informasi lengkap mengenai perkembangan isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Ukraina dalam rangkaian Konferensi Keamanan Munich 2026.

Advertisement