Finansial

Rosan Roeslani Ungkap 20 Proyek Hilirisasi Danantara Senilai 26 Miliar Dolar AS Serap 600 Ribu Pekerja

Advertisement

CEO PT Danantara Investment Management sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengumumkan peluncuran 20 proyek hilirisasi strategis yang masuk dalam rencana kerja tahun 2026. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi motor utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Target Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Rosan menjelaskan bahwa total nilai investasi dari 20 program hilirisasi tersebut mencapai kisaran 26 miliar dolar AS. Selain dampak ekonomi makro, proyek-proyek ini diperkirakan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 600.000 orang di berbagai wilayah Indonesia.

“Dari total 20 program hilirisasi ini, enam hingga tujuh proyek sudah dimulai sejak minggu lalu. Total nilainya kurang lebih 26 miliar dolar AS,” ujar Rosan dalam forum Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/2/2026).

Daftar Proyek Hilirisasi yang Mulai Berjalan

Pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah proyek yang saat ini sudah dalam tahap pelaksanaan maupun pengembangan intensif, di antaranya:

  • Pembangunan smelter alumina menjadi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
  • Pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina.
  • Produksi bioavtur di Cilacap dan bioetanol di Banyuwangi.
  • Pengembangan bisnis ayam terintegrasi dan hilirisasi kelapa terintegrasi.
  • Proyek pengolahan garam nasional.

Evaluasi Capaian Investasi Tahun 2025

Sepanjang tahun 2025, kontribusi investasi di sektor hilirisasi mencatatkan angka signifikan sebesar Rp554,1 triliun atau menyumbang 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 43,3 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Advertisement

Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau sekitar 120 miliar dolar AS. Capaian tersebut setara dengan 101,3 persen dari target yang ditetapkan, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 2,7 juta orang.

Ekspansi ke Sektor Non-Mineral dan Pengelolaan Limbah

Selain fokus pada sektor mineral, Danantara juga mendorong hilirisasi di sektor perkebunan, kehutanan, serta perikanan. Komoditas seperti kelapa sawit, kayu, karet, dan hasil laut menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Di sisi lain, Danantara tengah mengembangkan proyek waste to energy yang menargetkan pengelolaan 60 juta ton sampah per tahun. Proyek ini akan dilaksanakan dalam dua tahap di beberapa kota dengan mengedepankan teknologi ramah lingkungan serta dampak kesehatan masyarakat.

Informasi mengenai perkembangan proyek strategis nasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Investasi dan Hilirisasi dalam forum ekonomi di Jakarta pada 13 Februari 2026.

Advertisement