Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Mata uang Garuda berakhir di level Rp 16.888 per dollar AS, mencatatkan kenaikan sebesar 6 poin atau setara 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan Kurs dan Referensi Bank Indonesia
Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia (BI), posisi rupiah berada di angka Rp 16.885 per dollar AS pada hari yang sama. Meskipun mencatat penguatan harian, pergerakan mata uang domestik dinilai masih dibayangi oleh tekanan eksternal yang cukup kuat.
Analisis Sentimen Global dan Kebijakan The Fed
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah masih memiliki potensi untuk melemah di masa mendatang. Hal ini dipicu oleh tren penguatan dollar AS yang didorong oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar, serta sikap pejabat Federal Reserve (The Fed) yang tetap hawkish.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dollar AS yang melanjutkan penguatan oleh data-data ekonomi yang lebih kuat dan pejabat-pejabat The Fed yang kembali memberikan pernyataan hawkish,” ujar Lukman dalam keterangannya.
Dampak Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah
Selain faktor ekonomi, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, turut memengaruhi pasar keuangan global. Kondisi ini memicu sikap risk off di kalangan investor, yang cenderung mengalihkan modal ke aset aman atau safe haven seperti dollar AS.
Lukman menambahkan bahwa ketidakpastian tersebut memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang yang dianggap berisiko tinggi. Menurutnya, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Iran menjadi faktor utama yang menekan mata uang berisiko termasuk rupiah.
Kinerja IHSG di Zona Merah
Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat sore. Indeks terkoreksi tipis sebesar 2,314 poin atau 0,03 persen ke level 8.271,767.
Sepanjang sesi, IHSG sempat menunjukkan performa positif dengan menyentuh posisi tertinggi di level 8.328,421. Namun, tekanan jual yang masif menyeret indeks ke titik terendah harian di 8.236,753 sebelum akhirnya ditutup melemah. Berikut adalah rincian data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI):
| Saham Menguat | 267 |
| Saham Melemah | 381 |
| Saham Stagnan | 171 |
| Volume Perdagangan | 45,823 Miliar Saham |
| Nilai Transaksi | Rp 20,390 Triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp 14.970,409 Triliun |
Informasi mengenai pergerakan nilai tukar dan pasar modal ini merujuk pada data perdagangan pasar spot serta laporan resmi Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.
