Islami

Rusia Serang 12 Wilayah Ukraina dengan 425 Rudal dan Drone Jelang Dialog Damai di Jenewa

Advertisement

Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Selasa (17/2/2026) dini hari, hanya beberapa jam sebelum dimulainya perundingan damai di Jenewa, Swiss. Serangan yang melibatkan ratusan rudal dan pesawat tanpa awak ini menargetkan infrastruktur militer serta fasilitas energi di 12 wilayah berbeda.

Detail Serangan dan Dampak Kerusakan

Komando Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa total terdapat 425 alutsista yang dikerahkan Rusia, terdiri dari 29 rudal berbagai jenis dan 396 kendaraan udara tak berawak (UAV). Serangan ini mengakibatkan sedikitnya satu orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka, termasuk anak-anak. Selain korban jiwa, gempuran tersebut memutus aliran listrik bagi puluhan ribu warga di berbagai titik.

Pasukan pertahanan Ukraina mengklaim berhasil mencegat sebagian besar ancaman udara tersebut. Sebanyak 24 rudal jelajah, satu rudal berpemandu, dan 367 drone berhasil ditembak jatuh. Meski demikian, empat rudal balistik jenis Iskander-M dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara di wilayah Kyiv.

Respons Diplomatik dan Perundingan Jenewa

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengecam keras aksi tersebut melalui pernyataan di media sosial. Ia menilai serangan masif ini menunjukkan pengabaian Rusia terhadap upaya perdamaian yang sedang diupayakan di tingkat internasional. Sybiga juga mendesak para sekutu Barat untuk meningkatkan tekanan dan sanksi terhadap Moskow agar bersedia bernegosiasi dengan itikad baik.

Advertisement

Insiden ini terjadi tepat saat delegasi kedua negara tiba di Jenewa untuk mengikuti pertemuan yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Perundingan yang digelar secara tertutup tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat tahun. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan telah tiba di lokasi sejak Senin (16/2/2026), disusul oleh delegasi Rusia pada Selasa dini hari.

Tuntutan Kedua Belah Pihak

Dalam proses negosiasi ini, Rusia menuntut penarikan pasukan Ukraina dari sejumlah wilayah strategis yang saat ini dijaga ketat. Di sisi lain, pihak Kyiv secara tegas menolak tuntutan tersebut karena dianggap memiliki risiko politik dan militer yang terlalu besar. Sebagai syarat kesepakatan, Ukraina menuntut jaminan keamanan yang kuat dari negara-negara Barat.

Informasi mengenai perkembangan situasi di Ukraina dan jalannya perundingan di Jenewa ini dihimpun berdasarkan laporan resmi Komando Angkatan Udara Ukraina dan pernyataan diplomatik yang dirilis pada Selasa (17/2/2026).

Advertisement