Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun asal Langfang, Provinsi Hebei, China Utara, menjadi sorotan publik setelah menerapkan strategi keuangan unik untuk mengelola uang angpau miliknya. Sejak tiga tahun lalu, ia rutin mengonversi uang tunai dari perayaan Tahun Baru Imlek menjadi investasi emas fisik.
Motivasi Mengamankan Aset dari Orang Tua
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ibu sang bocah, Bai, mengungkapkan bahwa putrinya merasa khawatir uang tunai yang ia terima akan habis dibelanjakan oleh orang tuanya. Oleh karena itu, ia memilih emas sebagai instrumen penyimpanan nilai yang dianggap lebih aman dan sulit untuk digunakan secara impulsif.
Setiap tahunnya, bocah tersebut rata-rata menerima uang angpau sebesar 4.000 yuan atau setara dengan Rp 9,7 juta. “Putri saya mulai menginvestasikan uang keberuntungannya ke dalam emas karena khawatir kami akan menghabiskannya,” ujar Bai sebagaimana dikutip dari laporan SCMP.
Akumulasi Investasi dan Lonjakan Nilai
Hingga Februari 2026, gadis kecil tersebut tercatat telah mengumpulkan koleksi emas sebanyak 30 gram. Keputusan yang dimulai sejak tahun 2023 ini terbukti memberikan keuntungan finansial yang signifikan seiring dengan meroketnya harga emas global.
| Tahun | Harga Emas per Gram (Yuan) | Estimasi Nilai (Rupiah) |
|---|---|---|
| 2023 | 460 yuan | Rp 1,1 juta |
| 2026 (Februari) | 1.100 yuan | Rp 2,6 juta |
Kenaikan harga emas di China dilaporkan mencapai 60 persen dalam setahun terakhir, dengan lonjakan tambahan hampir 30 persen pada bulan pertama tahun ini saja. Meski pasar sempat mengalami fluktuasi tajam pada akhir Januari, minat masyarakat China terhadap emas tetap berada di level yang tinggi.
Faktor Eksternal dan Rencana Masa Depan
Sejumlah analis mengaitkan tren kenaikan harga emas ini dengan ketegangan geopolitik global, kebijakan tarif internasional, serta langkah bank sentral yang terus memperkuat cadangan emas mereka. Faktor-faktor tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai di mata investor, termasuk bagi kalangan muda.
Bai menambahkan bahwa putrinya belum memiliki rencana untuk menjual koleksi emas tersebut dalam waktu dekat. Sebaliknya, sang anak justru berencana untuk terus menambah simpanannya setiap kali mendapatkan uang angpau di masa mendatang.
Informasi mengenai fenomena investasi ini bersumber dari laporan resmi SCMP yang dipublikasikan pada Jumat, 13 Februari 2026.
