Islami

Strategi Cerdik Bocah 10 Tahun Investasi Emas Pakai Uang Angpau, Nilainya Kini Melonjak Drastis

Advertisement

Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Langfang, Provinsi Hebei, China Utara, menarik perhatian publik setelah konsisten menginvestasikan uang angpau Tahun Baru Imlek miliknya ke dalam bentuk emas. Langkah ini diambil sejak tiga tahun lalu sebagai strategi untuk mencegah orang tuanya membelanjakan uang tunai tersebut secara tidak sengaja.

Ibu sang bocah, Bai, mengungkapkan bahwa putrinya mulai membeli emas sejak tahun 2023. Keputusan tersebut didorong oleh kekhawatiran sang anak bahwa uang tunai miliknya akan terpakai oleh orang tuanya jika tidak segera diubah bentuknya menjadi aset yang lebih stabil. Bagi sang bocah, emas dianggap sebagai instrumen yang lebih mudah disimpan dan nilainya terjaga dalam jangka panjang.

Detail Koleksi dan Alasan Investasi

Setiap tahunnya, bocah tersebut menerima uang angpau sekitar 4.000 yuan atau setara dengan Rp 9,7 juta. Hingga saat ini, ia telah berhasil mengumpulkan sekitar 30 gram emas. Bai menyebutkan bahwa putrinya belum memiliki rencana untuk menjual koleksi tersebut dan justru berniat untuk terus menambah simpanannya di masa mendatang.

“Putri saya mulai menginvestasikan uang keberuntungannya ke dalam emas karena khawatir kami (orang tua) akan menghabiskannya,” ungkap Bai sebagaimana dilansir dari laporan SCMP.

Lonjakan Harga Emas Global

Keputusan bocah tersebut terbukti sangat menguntungkan di tengah tren kenaikan harga emas global. Berikut adalah perbandingan nilai investasi emas yang dimiliki sang bocah:

Advertisement

PeriodeHarga per Gram (Yuan)Estimasi Nilai (Rupiah)
Tahun 2023460 YuanRp 1,1 Juta
Februari 20261.100 YuanRp 2,6 Juta

Selama setahun terakhir, harga emas di China dilaporkan meroket sekitar 60 persen, dengan tambahan kenaikan hampir 30 persen hanya pada bulan pertama tahun 2026. Analis mengaitkan fenomena ini dengan berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik, ancaman tarif dari Donald Trump, hingga aksi bank sentral yang terus menambah cadangan emas mereka.

Ketahanan Pasar Emas di China

Meskipun pasar sempat diguncang penurunan tajam sebesar sembilan persen pada 30 Januari lalu—yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 1983—minat masyarakat China terhadap emas tetap tinggi. Hal ini terlihat dari sikap putri Bai yang tetap mempertahankan investasinya meski terjadi fluktuasi pasar yang signifikan.

Informasi lengkap mengenai fenomena investasi emas di kalangan masyarakat ini merujuk pada laporan resmi SCMP yang dirilis pada 13 Februari 2026.

Advertisement