Berita

Studi Terbaru Ungkap Rahasia Kafein dalam Menekan Risiko Demensia dan Penurunan Fungsi Kognitif Otak

Advertisement

Sebuah penelitian jangka panjang berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal Jama pada Senin (9/2/2026) menunjukkan bahwa asupan kafein dalam kadar moderat berkaitan erat dengan penurunan risiko demensia. Temuan ini memberikan bukti ilmiah baru mengenai manfaat konsumsi kopi dan teh rutin dalam melindungi fungsi kognitif otak seiring bertambahnya usia.

Analisis Risiko Demensia dan Data Penelitian

Studi ini menganalisis data dari hampir 132.000 peserta yang dipantau selama 43 tahun. Para peneliti menggabungkan data dari Nurses’ Health Study yang melibatkan 86.606 perempuan dan Health Professionals Follow-up Study yang mencakup 45.215 pria sejak era 1980-an.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan asupan kafein tertinggi memiliki risiko demensia sekitar 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi kafein. Selama periode pemantauan, tercatat lebih dari 11.000 peserta mengalami demensia.

Peran Kafein dalam Menjaga Fungsi Kognitif

Penelitian ini menegaskan bahwa manfaat perlindungan otak berasal dari kafein, bukan komponen lain dalam kopi. Efek serupa tidak ditemukan pada peserta yang mengonsumsi kopi atau teh tanpa kafein. Peserta yang rutin mengonsumsi kafein melaporkan tingkat penurunan kognitif sebesar 7,8 persen, lebih rendah dibandingkan kelompok non-kafein yang mencapai 9,5 persen.

Meskipun demikian, hasil tes kognitif objektif menunjukkan bahwa manfaat kafein bersifat halus dan bertahap. Tidak ditemukan perbedaan skor gabungan kognitif yang drastis dalam jangka pendek, yang menandakan bahwa perlindungan kafein bekerja secara akumulatif dalam waktu lama.

Takaran Ideal Konsumsi Kopi dan Teh

Para peneliti mengidentifikasi takaran tertentu untuk mendapatkan manfaat kognitif yang optimal. Manfaat paling konsisten terlihat pada individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari atau satu hingga dua cangkir teh. Konsumsi dalam jumlah yang lebih tinggi dilaporkan tidak memberikan keuntungan tambahan yang signifikan bagi kesehatan otak.

Advertisement

Data pendukung dari UK Biobank terhadap 200.000 orang juga memperkuat temuan ini. Peminum kopi tanpa pemanis memiliki risiko Alzheimer 34 persen lebih rendah dan risiko Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.

Bukan Solusi Tunggal Kesehatan Otak

Daniel Wang, ahli gizi di Mass General Brigham, Boston, mengingatkan bahwa kopi hanyalah salah satu faktor pendukung.

Meskipun hasil kami menggembirakan, penting untuk diingat bahwa ukuran efeknya kecil dan ada banyak cara penting untuk melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia,

ujar Wang sebagaimana dikutip dari Science Alert.

Penulis utama studi, Yu Zhang, menambahkan bahwa manfaat kafein terlihat konsisten baik pada individu dengan risiko genetik demensia tinggi maupun rendah. Namun, karena sifatnya yang observasional, studi ini belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak tanpa mempertimbangkan faktor gaya hidup dan genetik lainnya.

Informasi lengkap mengenai hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara resmi melalui jurnal medis Jama dan dilaporkan kembali oleh berbagai kanal informasi kesehatan pada Februari 2026.

Advertisement