Islami

Sultan Ahmed bin Sulayem Mundur dari Jabatan CEO DP World Usai Terseret dalam Skandal Berkas Epstein

Advertisement

Sultan Ahmed bin Sulayem, pengusaha terkemuka Uni Emirat Arab, resmi melepaskan jabatannya sebagai ketua grup sekaligus kepala eksekutif DP World pada Jumat (13/2/2026). Langkah ini diambil setelah namanya muncul ribuan kali dalam dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus Jeffrey Epstein.

Peran Strategis dalam Transformasi Ekonomi Dubai

Selama lebih dari empat dekade, Sultan Sulayem menjadi sosok kunci di balik transformasi ekonomi Dubai dari kota pelabuhan sederhana menjadi pusat perdagangan internasional. Di bawah kepemimpinannya, DP World berkembang menjadi salah satu pengelola pelabuhan terbesar di dunia yang menangani hampir 10 persen perdagangan kontainer global.

Kontribusi perusahaan ini sangat signifikan bagi perekonomian nasional, menyumbang lebih dari 36 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Dubai dan sekitar 12 persen PDB Uni Emirat Arab. Selain itu, Sulayem juga dikenal sebagai pendiri Nakheel, perusahaan pengembang pulau buatan ikonik, The Palm, yang menjadi simbol kemewahan Dubai.

Keterkaitan dengan Berkas Jeffrey Epstein

Nama Sulayem tercatat muncul lebih dari 9.400 kali dalam berkas Epstein yang baru dibuka oleh otoritas Amerika Serikat. Dokumen tersebut mengungkap hubungan personal dan profesional yang intens antara Sulayem dan Epstein dalam rentang waktu 2009 hingga 2018, di mana Epstein menyebutnya sebagai salah satu teman terpercaya.

Meskipun penyebutan nama tidak secara otomatis menunjukkan keterlibatan dalam kejahatan, korespondensi rutin keduanya mencakup berbagai topik sensitif. Berkas tersebut memuat percakapan mengenai jejaring bisnis, pertemuan pribadi, hingga pesan-pesan bernuansa intim terkait aktivitas seksual yang dilakukan saat kunjungan ke luar negeri.

Advertisement

Pengungkapan oleh Anggota Kongres Amerika Serikat

Anggota DPR Amerika Serikat, Thomas Massie dan Ro Khanna, menjadi pihak yang mengungkap identitas Sulayem setelah memperoleh akses ke dokumen yang tidak disensor. Mereka menyoroti adanya pertukaran e-mail pada tahun 2009 yang membahas mengenai video penyiksaan, di mana identitas pengirimnya sempat disensor oleh otoritas terkait.

Massie menyatakan melalui platform X bahwa Departemen Kehakiman sebelumnya menyensor informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi pengirim e-mail tersebut. Namun, setelah nama Sulayem dirilis ke publik pada Senin (9/2/2026), pengusaha tersebut akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya di DP World dan lembaga pemerintahan lainnya.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui dokumen resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat serta pernyataan publik yang dirilis oleh anggota Kongres AS pada Februari 2026.

Advertisement