Internasional

Terungkap! Pria Malaysia Bolak-balik Medan Lewat Jalur Gelap Demi Istri Simpanan, Akhirnya Dicegat Aparat

Seorang pria warga negara Malaysia berusia 46 tahun ditahan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Selangor pada Senin (26/1/2026) dini hari. Penangkapan ini terjadi setelah ia kedapatan pulang dari Indonesia melalui jalur laut ilegal, diduga kuat usai mengunjungi istri simpanannya di Medan, Sumatera Utara.

Pria yang berprofesi sebagai sopir truk ini nekat menggunakan jalur “belakang” karena paspornya dipegang oleh istri pertamanya. Ia dicegat saat berada di atas kapal fiber bersama sejumlah penumpang tanpa dokumen resmi.

Kisah Pernikahan Rahasia dan Perjalanan Gelap

Kepada petugas, pria yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengaku telah menikah secara rahasia dengan seorang perempuan asal Indonesia sekitar satu tahun lalu. Keduanya bertemu di Rawang, Malaysia, dan kini istri keduanya tengah hamil lima bulan.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya “bolak-balik ke Medan setiap 4-5 hari melalui jalur laut ilegal.” Untuk setiap perjalanan, ia harus membayar sekitar 1.100 ringgit Malaysia atau setara Rp 4,6 juta. Jalur ilegal ini bahkan disarankan oleh istri keduanya.

Meski demikian, pria tersebut mengaku perjalanan itu sangat berat, sering kali dilakukan dalam kondisi gelap total dan tanpa makanan. Sementara itu, istri pertamanya di Malaysia disebut sama sekali tidak mengetahui pernikahan kedua maupun perjalanan ilegal yang dilakukan suaminya.

Penangkapan Kapal Ilegal dan Puluhan Pendatang Tanpa Izin

Kapal fiber yang ditumpangi pria Malaysia tersebut dicegat oleh MMEA Selangor sekitar 1,5 mil laut barat daya Bagan Nakhoda Omar, Sabak Bernam, pada pukul 00.30 waktu setempat. Direktur Maritim Selangor, Kapten Abdul Muhaimin Muhammad Salleh, menjelaskan bahwa kapal tersebut tidak terdaftar dan dikemudikan oleh seorang warga negara Myanmar berusia 36 tahun.

Selain pria Malaysia itu, petugas juga menemukan 26 pendatang tanpa izin (PATI) asal Indonesia di dalam kapal. Mereka terdiri dari 17 laki-laki, termasuk seorang anak berusia 5 tahun, serta sembilan perempuan. Seluruh penumpang kemudian diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan Sinar Harian Malaysia yang dikutip oleh KOMPAS.com pada Kamis, 29 Januari 2026.