Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan keterhubungan atau link and match antara sektor pendidikan dan dunia usaha. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja masa kini.
Tantangan Global dan Risiko Pengangguran Muda
Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, merujuk pada laporan Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum (WEF). Laporan tersebut menyoroti sejumlah tantangan utama yang akan dihadapi Indonesia pada periode 2026-2028, termasuk tingginya angka pengangguran usia muda, memburuknya layanan publik, hingga lemahnya perlindungan sosial.
“Meningkatnya tantangan sosial dan ekonomi yang terjadi saat ini harus segera direspons dengan penyiapan SDM yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan pasar tenaga terampil yang dibutuhkan dunia usaha saat ini dan masa datang,” ujar Rerie dalam keterangan resminya.
Data Angkatan Kerja dan Kebutuhan Industri
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari total tersebut, sebanyak 147,91 juta orang sudah bekerja, namun masih terdapat 7,35 juta orang yang berstatus pengangguran. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari para pemangku kebijakan untuk menghadirkan solusi nyata.
| Kategori Angkatan Kerja | Jumlah (Juta Orang) |
|---|---|
| Total Angkatan Kerja | 155,27 |
| Penduduk Bekerja | 147,91 |
| Pengangguran | 7,35 |
Adaptasi Teknologi dan Peran Pendidikan
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Rerie menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan dunia usaha memiliki tenaga terampil yang mampu beradaptasi dengan cepat. Ia mendorong agar sistem pendidikan sejak dini mulai membekali peserta didik dengan keterampilan khusus yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya komitmen kuat dari pemerintah pusat maupun daerah untuk membangun keterhubungan yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan sektor industri. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan SDM nasional yang berdaya saing tinggi demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi setiap anak bangsa.
Informasi lengkap mengenai dorongan penguatan sektor pendidikan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada Selasa, 10 Februari 2026.
