Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan harapan agar perundingan damai dengan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat dapat membuahkan hasil signifikan pada pekan depan. Namun, Zelensky memberikan peringatan keras terkait posisi Kyiv yang sering kali didesak untuk memberikan konsesi sepihak tanpa jaminan keamanan yang memadai.
Kritik Zelensky Terhadap Peran Amerika Serikat
Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (14/2/2026), Zelensky mengungkapkan bahwa pembicaraan trilateral di Jenewa mendatang harus berlangsung serius dan substantif. Ia menyoroti kecenderungan Amerika Serikat yang lebih sering menekan Ukraina untuk memberikan konsesi dibandingkan mendesak Rusia.
Zelensky menyebut adanya ketimpangan fokus dalam pembahasan damai yang selama ini berlangsung. Menurutnya, Amerika Serikat sering kali membawa topik konsesi hanya dalam konteks kewajiban Ukraina, sementara tuntutan terhadap Rusia tidak dibahas secara seimbang.
Tuntutan Jaminan Keamanan dan Keterlibatan Eropa
Pemimpin Ukraina tersebut menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud jika didasarkan pada jaminan keamanan yang jelas. Zelensky mengusulkan kesepakatan jaminan keamanan berlaku selama 20 tahun atau lebih, melampaui usulan Amerika Serikat yang hanya menawarkan durasi 15 tahun.
Selain itu, Zelensky menyayangkan absennya negara-negara Eropa di meja perundingan akibat penolakan dari pihak Moskwa. Ia menilai kehadiran Eropa sangat krusial untuk memastikan sistem keamanan yang stabil guna mencegah kembalinya konflik di masa depan.
Kendala Negosiasi dan Perubahan Delegasi Rusia
Salah satu poin krusial yang menghambat kesepakatan adalah tuntutan Rusia agar Ukraina menarik seluruh pasukannya dari wilayah Donetsk. Kyiv menolak keras penarikan sepihak tersebut dan menuntut adanya misi pemantauan gencatan senjata serta pertukaran tawanan perang secara menyeluruh.
| Pihak Terlibat | Jumlah Tawanan |
| Rusia | 7.000 Personel Ukraina |
| Ukraina | 4.000 Personel Rusia |
Zelensky juga mencermati langkah Rusia yang mengubah ketua delegasi perundingan menjadi Vladimir Medinsky. Perubahan ini dianggap sebagai indikasi upaya Rusia untuk menunda kesepakatan, mengingat rekam jejak Medinsky yang dinilai kurang konstruktif dalam pembicaraan sebelumnya.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Volodymyr Zelensky dalam Konferensi Keamanan Munich yang dirilis pada 15 Februari 2026.
