Chief Precious Metals Analyst HSBC, James Steel, memproyeksikan volatilitas akan menjadi karakter utama pasar logam mulia sepanjang tahun 2026. Meski emas dikenal sebagai aset safe haven atau lindung nilai, pergerakan harganya tetap rentan terhadap dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), fluktuasi dollar AS, serta perubahan ekspektasi investor global.
Volatilitas sebagai Karakter Utama Pasar 2026
Dalam wawancara dengan CNBC, James Steel menjelaskan bahwa status emas sebagai aset aman tidak menjamin stabilitas harga dalam jangka pendek. Ia menegaskan bahwa investor tetap akan menghadapi fluktuasi harga yang signifikan meskipun emas sering dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik.
“Hanya karena (emas) safe haven, bukan berarti tidak bergejolak,” ujar Steel. Menurutnya, pasar emas saat ini sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan nilai tukar dollar AS yang memengaruhi daya tarik logam mulia di mata investor global.
Pengaruh Kebijakan The Fed dan Imbal Hasil Obligasi
Kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor sentral yang menentukan arah pasar. Saat suku bunga meningkat, emas cenderung tertekan karena investor beralih ke aset berbunga seperti obligasi. Sebaliknya, ekspektasi penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas.
Pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun tercatat turun tajam dari 4,30 persen menjadi sekitar 4,00 persen dalam beberapa hari terakhir. Secara teori, penurunan ini mendukung harga emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset tanpa bunga. Namun, Steel mencatat reaksi pasar tidak selalu mengikuti pola sederhana akibat kompleksitas likuiditas global dan kekuatan dollar AS.
Data Pergerakan Harga Emas Terbaru
Data perdagangan menunjukkan volatilitas yang nyata sejak awal tahun. Pada Selasa, 17 Februari 2026, harga emas spot tercatat berada di level 4.901,30 dollar AS per ounce. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 90,90 dollar AS atau sekitar 1,82 persen dalam satu sesi perdagangan.
| Parameter Pasar | Nilai/Data |
|---|---|
| Harga Emas Spot (17 Feb 2026) | 4.901,30 dollar AS |
| Penurunan Harian | 1,82 persen (90,90 dollar AS) |
| Rentang Harga Harian | 4.841,60 – 5.000,70 dollar AS |
| Yield US Treasury 10 Tahun | 4,00 persen |
Rentang perdagangan yang luas antara 4.841,60 dollar AS hingga 5.000,70 dollar AS per ounce dalam satu hari mencerminkan ketidakpastian pasar dan perubahan cepat pada sentimen investor.
Makna Safe Haven dalam Jangka Panjang
Steel menekankan pentingnya membedakan antara stabilitas harga dan fungsi lindung nilai. Status safe haven berarti emas cenderung mempertahankan nilainya dalam jangka panjang dibandingkan aset berisiko seperti saham, namun bukan berarti bebas risiko fluktuasi harian atau mingguan.
Selain emas, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium juga mengalami fase ketidakpastian serupa. Hal ini dipicu oleh perubahan alokasi portofolio investor institusional dan bank sentral yang terus menggunakan logam mulia sebagai strategi diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Informasi mengenai dinamika pasar logam mulia ini merujuk pada pernyataan resmi analis HSBC dan data pasar yang dihimpun melalui laporan Kitco pada Februari 2026.
