Finansial

Analisis Pakar Terkait Antrean Panjang Logam Mulia di JCC dan Proyeksi Saham ANTM Tahun 2026

Advertisement

Gelaran Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan yang berlangsung pada 12 hingga 15 Februari 2026 diwarnai antrean panjang masyarakat yang memburu logam mulia. Fenomena ini dinilai bukan sekadar tren ikut-ikutan atau fear of missing out (FOMO), melainkan respons strategis investor terhadap dinamika ekonomi global yang tengah berkembang.

Analisis Pakar Terhadap Minat Investasi Fisik

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa antrean tersebut merupakan pola lazim saat harga logam mulia mengalami koreksi. Menurutnya, masyarakat melihat momentum penurunan harga sebagai kesempatan tepat untuk melakukan pembelian aset lindung nilai guna menjaga nilai kekayaan mereka dalam jangka panjang.

Ibrahim menekankan bahwa literasi masyarakat terhadap investasi emas semakin meningkat berkat edukasi yang masif. Meskipun saat ini telah tersedia opsi emas digital atau bullion bank, preferensi terhadap kepemilikan emas dalam bentuk fisik tetap mendominasi pasar domestik karena faktor kepercayaan dan ketersediaan stok.

“Di sini masyarakat bisa langsung membeli dan mendapatkan emasnya secara fisik. Selama ini, di gerai maupun pegadaian sering kali stoknya tidak tersedia. Walaupun sudah ada bullion bank atau emas digital, masyarakat tetap lebih memilih yang fisik,” ujar Ibrahim pada Senin (16/2/2026).

Pengaruh Geopolitik dan Pelemahan Rupiah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama masyarakat mengamankan aset mereka ke dalam emas. Ibrahim menyoroti pergerakan kapal induk Amerika Serikat yang mendekati kawasan tersebut serta persiapan serangan terhadap Iran sebagai faktor pemicu meningkatnya ketegangan global yang membuat investor beralih ke aset aman.

Selain faktor eksternal, kondisi ekonomi domestik seperti pelemahan nilai tukar rupiah turut berpengaruh. Kombinasi antara ketidakpastian global dan depresiasi mata uang lokal membuat emas menjadi instrumen hedging yang paling rasional bagi masyarakat saat ini.

Kericuhan di Lokasi Pameran

Tingginya antusiasme pengunjung sempat memicu ketegangan di lokasi acara pada Sabtu (14/2/2026). Berdasarkan unggahan video di media sosial, terlihat kericuhan antara pengunjung dengan petugas keamanan dan panitia akibat penutupan pintu masuk lokasi pameran yang sudah melampaui kapasitas.

Advertisement

Petugas keamanan, Bernard, mengonfirmasi bahwa kepadatan sudah terlihat sejak pukul 06.30 WIB, jauh sebelum pameran resmi dibuka. Pihak Antam sendiri memberlakukan pembagian nomor antrean mulai pukul 08.00 WIB untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang rela menunggu sejak malam hari demi mendapatkan logam mulia.

Proyeksi Kinerja Saham ANTM

Fenomena tingginya permintaan fisik ini juga berdampak pada pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai saham ANTM saat ini berada dalam fase major uptrend dengan fundamental yang tetap solid di tengah tingginya harga emas global.

Berdasarkan analisis teknikal per 12 Februari 2026, Nafan memproyeksikan beberapa target kenaikan harga saham ANTM sebagai berikut:

  • Target Price 1 (TP1): Rp 4.160 (potensi naik 4,26%)
  • Target Price 2 (TP2): Rp 5.000 (potensi naik 25,31%)
  • Target Price 3 (TP3): Rp 5.725 (potensi naik 43,48%)

Nafan merekomendasikan strategi marginal buy selama harga tetap berada di atas level support kunci 3.910. Margin laba dari divisi pemurnian logam mulia diprediksi akan menguat signifikan pada kuartal I-2026 seiring dengan stabilnya harga emas dunia di atas level 5.000 dollar AS per ons.

Informasi lengkap mengenai fenomena investasi dan dinamika pasar ini dihimpun berdasarkan pantauan lapangan di JCC Senayan serta pernyataan resmi para analis ekonomi yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement