Islami

Barack Obama Kecam Operasi ICE di Minnesota, Bandingkan Aksi Agen Federal dengan Rezim Otoriter

Advertisement

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyampaikan kecaman keras terhadap operasi yang dilakukan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minnesota. Dalam sebuah wawancara bersama komentator politik Brian Tyler Cohen yang dirilis pada Sabtu (14/2/2026), Obama menilai tindakan para agen federal tersebut telah menyimpang dari nilai-nilai demokrasi.

Kritik Obama Terhadap Tindakan Otoriter

Obama menyoroti perilaku agen pemerintah federal yang dianggapnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan stabilitas sosial. Ia bahkan tidak ragu membandingkan pola operasi tersebut dengan tindakan yang lazim ditemukan di negara-negara dengan sistem pemerintahan diktator.

“Perilaku menyimpang dari agen-agen pemerintah federal sangat mengkhawatirkan dan berbahaya,” ujar Obama sebagaimana dikutip dari laporan AFP. Ia menambahkan bahwa perilaku petugas federal tersebut di masa lalu hanya terlihat di negara-negara otoriter dan diktator.

Apresiasi Terhadap Perlawanan Warga

Meski mengkritik tajam institusi federal, Obama mengaku tetap optimistis melihat reaksi masyarakat yang menentang operasi tersebut. Ia memuji keberanian warga yang melakukan protes damai secara terorganisir untuk mempertahankan prinsip kebangsaan Amerika Serikat.

Menurut Obama, warga secara sistematis menyatakan bahwa tindakan ICE bukanlah cerminan Amerika yang mereka yakini. Mereka melawan dengan fakta, dokumentasi kamera, dan aksi massa yang tetap tertib meskipun harus menghadapi cuaca ekstrem di bawah nol derajat.

Advertisement

“Perilaku heroik dan berkelanjutan seperti itu oleh orang-orang biasa adalah hal yang seharusnya memberi kita harapan,” tuturnya. Ia meyakini bahwa selama perlawanan sipil tetap ada, warga Amerika Serikat akan mampu melewati masa-masa sulit tersebut.

Latar Belakang Ketegangan dan Insiden Penembakan

Kritik Obama ini muncul di tengah situasi panas setelah ribuan agen federal melakukan penggerebekan besar-besaran selama beberapa pekan terakhir. Ketegangan meningkat menyusul dua insiden penembakan fatal yang melibatkan agen ICE dalam waktu singkat.

  • Januari 2026: Seorang wanita bernama Renee Nicole Good tewas ditembak oleh agen ICE.
  • Februari 2026: Alex Pretti, seorang tenaga kesehatan berusia 37 tahun, tewas dalam insiden penembakan kedua oleh agen yang sama.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump sempat membela operasi tersebut dengan mengeklaim bahwa misi itu ditargetkan secara khusus kepada kelompok kriminal. Namun, setelah gelombang kecaman yang luas, operasi tersebut akhirnya resmi dihentikan pada minggu ini.

Informasi mengenai pernyataan Barack Obama dan perkembangan situasi keamanan di Minnesota ini dirangkum berdasarkan rilis wawancara resmi dan laporan korespondensi media internasional pada 15 Februari 2026.

Advertisement