BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 4,2 di Cilacap, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (27/1/2026) pukul 15.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di perairan selatan Jawa dengan kedalaman 34 kilometer.
Lokasi episenter gempa terletak pada koordinat 8,27 Lintang Selatan dan 109,09 Bujur Timur. Titik tersebut berjarak sekitar 61 kilometer arah tenggara Cilacap dan sempat memicu kekhawatiran warga di media sosial terkait potensi megathrust.
Analisis BMKG: Bukan Aktivitas Megathrust
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan klarifikasi mengenai penyebab guncangan tersebut. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.
“Ini sesar dasar laut bukan (akibat) megathrust,” tutur Daryono dalam keterangannya pada Selasa (27/1/2026).
Daryono menjelaskan bahwa klasifikasi gempa megathrust ditentukan oleh lokasi episenter di bidang kontak antar lempeng, bukan sekadar besaran magnitudo. Meskipun berkekuatan kecil, sebuah gempa bisa disebut megathrust jika terjadi di zona tersebut.
Dampak Guncangan di Cilacap hingga Purworejo
Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah dengan skala intensitas yang berbeda. Selain warga Cilacap, sejumlah warganet di wilayah Yogyakarta juga melaporkan adanya getaran yang cukup terasa.
Berikut adalah rincian intensitas guncangan berdasarkan data resmi BMKG:
| Wilayah | Skala Intensitas | Deskripsi Getaran |
| Cilacap | II-III MMI | Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti truk melintas. |
| Purworejo | II MMI | Getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang. |
Status Tsunami dan Kondisi Terkini
Hingga pukul 15.48 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG juga menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Sampai saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau dampak material lainnya akibat guncangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.
Informasi detail mengenai aktivitas seismik dan parameter gempa bumi terbaru dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi dan aplikasi Info BMKG.