PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF resmi menerbitkan surat utang untuk memenuhi target program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025. Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan dana dalam mendukung penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Target 350 Ribu Unit dan Realisasi Pembiayaan
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan target penyaluran pembiayaan FLPP sebanyak 350.000 unit rumah pada tahun lalu. Namun, realisasi yang dicapai berada di angka 80 persen atau sekitar 280.000 hingga 290.000 unit rumah.
Dalam upaya merealisasikan 80 persen target tersebut, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp 8-9 triliun. Jumlah ini juga mencakup penggunaan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6,68 triliun yang dialokasikan pemerintah.
Penerbitan Surat Utang untuk Menutup Celah Target
Ananta menegaskan perlunya instrumen pendanaan tambahan untuk memastikan target 350.000 unit rumah dapat terpenuhi sepenuhnya pada periode mendatang. Penerbitan surat utang menjadi solusi untuk menambah likuiditas perusahaan di luar dukungan modal negara.
“Jadi kami harus keluarkan surat utang lagi, menambah supaya target dari 350.000 unit rumah itu tercapai,” ujar Ananta dalam media briefing yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Rekor Penyaluran dan Kontribusi Sejak 2018
Meski belum mencapai target 100 persen, realisasi KPR FLPP tahun lalu tercatat sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah keterlibatan SMF dalam program tersebut. Sejak 2018, SMF secara konsisten berkontribusi sekitar 25 persen terhadap total penyaluran pembiayaan program FLPP nasional.
Hingga saat ini, total pembiayaan yang telah disalurkan SMF mencapai kurang lebih Rp 34 triliun untuk 904.000 unit rumah. Angka ini menunjukkan peran vital perusahaan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat melalui skema subsidi.
Dukungan APBN 2025 untuk Program 3 Juta Rumah
Guna merealisasikan program 3 juta rumah, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar dalam APBN 2025. Program FLPP memungkinkan masyarakat mendapatkan akses KPR dengan bunga rendah sekitar 5 persen dan tenor hingga 20 tahun.
| Komponen Pembiayaan | Nilai Anggaran |
|---|---|
| Anggaran Kuota FLPP (350.000 Unit) | Rp 35,2 Triliun |
| PMN kepada PT SMF | Rp 6,7 Triliun |
| Subsidi Uang Muka | Rp 5,5 Triliun |
| Total Pembiayaan Perumahan 2025 | Rp 47,4 Triliun |
Informasi lengkap mengenai strategi pendanaan dan target pembiayaan perumahan ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT SMF dalam kegiatan media briefing di Surakarta.
