Finansial

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga Sebut RI Siap ‘Take Off’ Lampaui Negara G20 Lainnya

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kinerja ekonomi Indonesia yang tetap tangguh di tengah tren perlambatan global. Dalam forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danatara, Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025 berhasil mencapai angka 5,11 persen secara year-on-year (YoY).

Capaian tersebut dipaparkan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta perwakilan lembaga internasional dan mitra global. Airlangga menegaskan bahwa performa ini menempatkan Indonesia di posisi kedua di antara negara-negara G20, hanya berada di bawah India yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,4 persen.

Kondisi Ekonomi Global dan Tantangan 2026

Airlangga menyoroti kondisi ekonomi global yang saat ini cenderung stagnan di kisaran 3 persen. Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga internasional, angka tersebut diperkirakan akan mengalami penurunan pada tahun 2026 mendatang.

Laju perdagangan global juga tercatat melambat ke level 2,4 persen. “Dan di tahun 2026 juga angkanya sedikit menurun secara global, 2,9 sampai 3,1 persen,” ujar Airlangga dalam keterangannya pada Jumat (13/2/2026).

Faktor Pendorong Pertumbuhan Domestik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh sejumlah sektor kunci yang menunjukkan performa positif. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 4,98 persen, yang didukung oleh stabilitas harga serta peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.

Sektor investasi juga memberikan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan sebesar 5,09 persen. Selain itu, belanja pemerintah mengalami kenaikan, terutama pada belanja modal yang melonjak hingga 44,2 persen. Secara total, belanja pemerintah pada kuartal IV 2025 tumbuh sebesar 4,55 persen.

Advertisement

Kinerja eksternal turut menguat dengan kenaikan ekspor sebesar 7,03 persen, baik dari sisi nilai maupun volume. Sektor pariwisata juga menunjukkan gairah dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10 persen, sementara perjalanan wisatawan Nusantara mencapai 1,2 miliar atau naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.

Perbaikan Indikator Sosial dan Target Masa Depan

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, indikator sosial Indonesia menunjukkan tren perbaikan yang konsisten. Berikut adalah rincian data indikator sosial terbaru:

  • Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen.
  • Rasio Gini berada di level 0,36.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen.
  • Realisasi investasi berhasil menyerap tambahan 2,71 juta tenaga kerja.

Pemerintah kini membidik target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026, dengan potensi optimis mencapai 5,6 persen. Untuk jangka menengah, target pertumbuhan tetap dipatok pada angka 8 persen melalui reformasi struktural dan pendalaman sektor keuangan.

Airlangga memberikan analogi optimis terkait masa depan ekonomi nasional. “Di mana seperti pesawat, kita pernah mau take off di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional. Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai capaian ekonomi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam forum Indonesia Economic Outlook pada 13 Februari 2026.

Advertisement