CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali memicu spekulasi di pasar aset digital dengan menghidupkan kembali janji lamanya untuk mengirim Dogecoin ke bulan. Langkah ini muncul di tengah kondisi harga Bitcoin yang sedang tertekan serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kejatuhan nilai kripto yang lebih dalam.
Rencana Pengiriman Dogecoin ke Bulan
Pekan lalu, Musk memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan proyek yang pertama kali ia gaungkan pada 2021 tersebut. Menanggapi unggahan akun penggemar Tesla di platform X, Musk menyebutkan bahwa realisasi menempatkan Dogecoin di bulan secara harfiah kemungkinan akan terjadi pada tahun depan.
“Mungkin tahun depan,” tulis Musk singkat. Ia juga memberikan tanggapan afirmatif terhadap pernyataan pengguna lain yang menyebutkan bahwa kehadiran Dogecoin di bulan adalah sebuah keniscayaan. Dukungan terbaru ini bertepatan dengan rencana peluncuran satelit kecerdasan buatan (AI) melalui kolaborasi antara SpaceX dan xAI.
Dukungan Jangka Panjang dan Kepemilikan Aset
Elon Musk tercatat telah memberikan dukungan terbuka terhadap Dogecoin sejak 2019, bahkan sempat berambisi menjadikannya sebagai mata uang Bumi. Meski harga Dogecoin saat ini masih berfluktuasi di kisaran 60 sen dollar AS, pengaruh Musk di komunitas kripto dinilai tetap signifikan.
Selain Dogecoin, keterlibatan Musk dalam ekosistem kripto juga terlihat dari aset yang dimiliki perusahaannya. Berikut adalah beberapa poin penting terkait posisi finansial perusahaan Musk di sektor kripto:
- Tesla masih memegang aset Bitcoin dengan nilai estimasi mencapai 800 juta dollar AS.
- Rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX tahun ini diprediksi akan mengungkap detail kepemilikan kripto perusahaan secara lebih transparan.
- Dogecoin tetap bertahan di atas level terendah tahun 2023 meskipun pasar kripto secara luas sedang melemah.
Visi Mata Uang Berbasis Energi
Musk juga melontarkan gagasan mengenai sistem keuangan masa depan yang tidak lagi bergantung pada dollar AS. Ia mengisyaratkan pentingnya mata uang berbasis energi, mengingat proses penambangan Bitcoin yang membutuhkan daya listrik besar.
“Begitu siklus pembangkit energi surya hingga manufaktur robot dan kecerdasan buatan tertutup, mata uang konvensional hanya akan menjadi penghambat,” ungkap Musk. Menurutnya, nilai ekonomi di masa depan akan lebih diukur berdasarkan daya listrik dan tonase dibandingkan satuan dollar.
Pandangan ini sejalan dengan peringatan dari pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, yang menyoroti penurunan status dollar sebagai mata uang cadangan dunia. Sebagian investor menafsirkan pernyataan Musk ini sebagai bentuk dukungan terselubung untuk terus mengakumulasi Bitcoin.
Inovasi Fitur X dan Spekulasi X Money
Di sisi lain, platform media sosial X mulai memperkenalkan fitur “smart cashtags” untuk meningkatkan presisi diskusi keuangan dan kripto. Fitur yang diumumkan oleh Kepala Produk X, Nikita Bier, ini menampilkan berbagai jenis aset digital seperti Bitcoin, Bonk, dan Base.
Kehadiran fitur tersebut memperkuat spekulasi mengenai peluncuran layanan keuangan terintegrasi bernama X Money. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengubah X menjadi platform yang tidak hanya melayani komunikasi, tetapi juga transaksi finansial digital secara penuh.
Informasi lengkap mengenai perkembangan rencana ini disampaikan melalui interaksi resmi Elon Musk dan pengumuman produk di platform X yang dirilis hingga pertengahan Februari 2026.
