Global Wealth and Lifestyle Report 2025: Jakarta Peringkat ke-18 Kota Termahal Dunia, Catat Kenaikan Harga 9 Persen
Jakarta kembali masuk dalam daftar kota termahal di dunia, menempati peringkat ke-18 berdasarkan Global Wealth and Lifestyle Report 2025 yang dirilis oleh bank asal Swiss, Julius Baer. Laporan tahunan ini menjadi salah satu acuan global dalam memetakan biaya hidup masyarakat kelas atas di berbagai kota besar dunia.
Dalam penyusunannya, Julius Baer melakukan survei terhadap harga barang dan jasa premium di 25 ibu kota negara. Posisi Jakarta pada laporan terbaru ini menunjukkan penurunan empat peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Posisi Jakarta dalam Laporan Global
Meski tidak berada di jajaran teratas, peringkat ke-18 Jakarta tetap mengindikasikan bahwa biaya hidup kelas atas di ibu kota Indonesia tergolong tinggi dibandingkan banyak kota lain di dunia. Laporan tersebut mencatat, Jakarta mengalami kenaikan harga barang-barang sebesar 9 persen.
Dari 20 jenis barang dan jasa yang disurvei, terdapat dua kategori yang menonjol di Jakarta. Harga pakaian pria di Jakarta tercatat sebagai yang paling mahal di dunia. Sementara itu, harga tas tangan perempuan di Jakarta juga masuk jajaran tertinggi, menempati posisi termahal kedua secara global.
Daftar Kota Termahal Dunia 2025
Predikat kota termahal di dunia pada 2025 kembali diraih Singapura, yang sukses mempertahankan posisinya sebagai yang teratas sejak 2023. Di bawah Singapura, jajaran lima besar kota termahal dunia diisi oleh London, Hong Kong, Monaco, dan Zurich. Kota-kota tersebut secara konsisten mencatatkan tingginya harga barang dan jasa, terutama untuk kebutuhan masyarakat kelas atas.
Berdasarkan laporan dari Global Wealth and Lifestyle Report 2025, berikut daftar lengkap kota termahal di dunia:
- Singapura
- London
- Hong Kong
- Monaco
- Zurich
- Shanghai
- Dubai
- New York
- Paris
- Milan
- Bangkok
- Taipei
- Miami
- Sydney
- Barcelona
- Sao Paulo
- Tokyo
- Jakarta
- Frankfurt
- Mumbai
- Mexico City
- Santiago de Chile
- Manila
- Vancouver
- Johannesburg
Pergeseran Peringkat dan Faktor Pemicu
Meski posisi tiga kota teratas relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, laporan tersebut mencatat adanya pergeseran peringkat yang cukup signifikan di luar jajaran teratas. Bangkok mengalami lonjakan paling mencolok dengan naik enam peringkat ke posisi 11. Tokyo juga mencatat kenaikan enam peringkat dan kini berada di urutan ke-17. Sementara itu, Dubai naik lima peringkat ke posisi ketujuh.
Kenaikan peringkat tersebut dipengaruhi oleh faktor yang berbeda di tiap kota. Di Dubai, lonjakan harga terutama dipicu oleh meningkatnya biaya properti, mobil, dan sampanye. Adapun di Bangkok dan Tokyo, kenaikan harga terjadi secara lebih merata di berbagai kategori barang dan jasa.
Menariknya, kota-kota yang mencatat kenaikan harga paling tinggi dalam mata uang lokal justru tidak selalu mengalami kenaikan peringkat. Manila, misalnya, mengalami kenaikan harga sebesar 7,5 persen, tetapi turun dua peringkat ke posisi 23. Santiago de Chile mencatat kenaikan harga hingga 15,4 persen, namun tetap bertahan di peringkat ke-22. Sementara itu, Jakarta mengalami kenaikan harga sebesar 9 persen, tetapi turun empat peringkat ke posisi 18.
Di posisi paling bawah daftar kota termahal dunia 2025 masih ditempati Johannesburg. Meski harga di kota tersebut naik sebesar 2,3 persen, kenaikan tersebut belum cukup untuk menggeser posisinya dari peringkat terakhir, yang telah ditempatinya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor utama yang memengaruhi peringkat Johannesburg adalah tingkat keterjangkauan properti yang relatif lebih baik dibandingkan kota-kota lain.
Informasi lengkap mengenai Global Wealth and Lifestyle Report 2025 ini disampaikan melalui laporan resmi Julius Baer yang dirilis pada tahun 2025.