Harga emas dunia mengalami koreksi pada pembukaan perdagangan pekan ini setelah sempat menembus level psikologis 5.000 dolar AS per troy ons. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung para pelaku pasar di tengah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global.
Pengaruh Data Inflasi AS terhadap Kebijakan The Fed
Mengutip data Bloomberg pada Senin (16/2/2026), harga emas sempat melemah hingga 0,8 persen, berbanding terbalik dengan lonjakan 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini berkaitan erat dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang naik 0,2 persen pada Januari 2026.
Angka inflasi yang terkendali tersebut meredakan kekhawatiran pasar akan lonjakan harga yang lebih agresif. Data tersebut memperkuat peluang bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Penurunan suku bunga biasanya mendukung harga emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).
Likuiditas Menipis Selama Libur Tahun Baru Imlek
Perdagangan emas di awal pekan juga dipengaruhi oleh absennya pasar Asia, terutama China yang merayakan libur Tahun Baru Imlek. Analis Vantage Markets, Hebe Chen, menyebutkan bahwa liburnya pasar utama ini menyebabkan likuiditas perdagangan menjadi lebih tipis dan suasana pasar cenderung tenang.
“Dengan China dan sebagian pasar Asia yang lebih luas sedang libur, emas kemungkinan akan mengalami likuiditas yang lebih tipis dan nada perdagangan yang lebih tenang pada awal pekan,” ujar Chen. Ia menambahkan bahwa koreksi saat ini merupakan bentuk konsolidasi yang tertib setelah reli signifikan pada pekan lalu.
Di sisi lain, otoritas di pusat perdagangan Shenzhen mengeluarkan peringatan keras terhadap aktivitas perdagangan emas ilegal. Hal ini mencakup aplikasi yang menawarkan leverage kepada investor ritel hingga promosi penjualan emas batangan melalui siaran langsung daring yang tidak berizin.
Proyeksi Harga Emas dan Kondisi Logam Mulia Lainnya
Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, sejumlah lembaga keuangan tetap optimistis terhadap tren kenaikan emas. ANZ Group Holdings Ltd. memproyeksikan harga emas dapat mencapai 5.800 dolar AS per troy ons pada kuartal II 2026. Faktor geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global dinilai masih menjadi pendorong utama minat investor pada logam mulia.
Hingga pukul 09.00 waktu Singapura, harga emas spot berada di level 5.012,44 dolar AS per troy ons atau turun 0,6 persen. Berikut adalah rincian harga logam mulia lainnya:
| Komoditas | Perubahan Harga | Nilai Terkini |
| Emas Spot | Turun 0,6% | 5.012,44 USD |
| Perak | Turun 1,0% | 76,66 USD |
| Indeks Dolar AS | Naik 0,1% | – |
Informasi mengenai pergerakan harga komoditas global ini dihimpun berdasarkan laporan pasar keuangan Bloomberg dan pernyataan resmi analis yang dirilis pada 16 Februari 2026.
