PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan mencatat kinerja positif pada awal 2026 didorong oleh lonjakan harga emas global dan tingginya permintaan ritel domestik. Kenaikan harga jual rata-rata serta model bisnis terintegrasi menjadi faktor kunci yang menjaga prospek emiten pertambangan ini tetap kuat di pasar modal.
Kontribusi Pendapatan dan Profitabilitas Sektor
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menjelaskan bahwa hingga kuartal III-2025, laba ANTM masih didominasi oleh sektor nikel sebesar 53 persen. Sementara itu, segmen emas menyumbang 42 persen terhadap total laba perusahaan.
Meskipun nikel mendominasi laba, segmen emas memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pendapatan perusahaan. “Secara kontribusi pendapatan, segmen emas memberikan kontribusi sebesar 82 persen,” ujar Ahmad dalam keterangannya pada Minggu (15/2/2026).
Peningkatan Volume Penjualan dan Harga Jual Rata-rata
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, ANTM mencatatkan volume penjualan emas mencapai 34,1 ton. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Selain volume, harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) juga mengalami peningkatan signifikan. Berikut adalah rincian data performa penjualan emas ANTM:
- Volume Penjualan: 34,1 ton (Naik 19 persen YoY).
- ASP 9M 2025: 3.262 dollar AS per troy ons.
- Kenaikan ASP: Meningkat sekitar 800 dollar AS per troy ons dibandingkan periode sebelumnya.
KISI memproyeksikan tren penguatan ini akan berlanjut hingga kuartal I-2026. Pada kuartal IV-2025, ASP diperkirakan mampu menyentuh angka 4.064 dollar AS per troy ons seiring dengan tingginya permintaan dari segmen wholesales yang menyumbang 65 persen dari nilai penjualan.
Analisis Teknikal dan Target Harga Saham ANTM
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai harga emas yang stabil di atas 5.000 dollar AS per ons akibat ketidakpastian geopolitik berpotensi memperkuat margin laba divisi pemurnian logam mulia. Ia menyebut saham ANTM saat ini berada dalam fase major uptrend.
Berdasarkan analisis per 12 Februari 2026, Nafan menetapkan beberapa target kenaikan harga saham ANTM sebagai berikut:
- Target Pertama: Rp 4.160 (potensi naik 4,26 persen).
- Target Kedua: Rp 5.000 (potensi naik 25,31 persen).
- Target Ketiga: Rp 5.725 (potensi naik 43,48 persen).
Nafan merekomendasikan strategi buy atau marginal buy dengan area masuk di kisaran Rp 3.910 hingga Rp 4.110. Level support kuat ditetapkan pada posisi Rp 3.910 dan Rp 3.610 sebagai batas pengamanan risiko saat terjadi koreksi harga.
Dampak Kebijakan Hilirisasi Nasional
Infrastruktur hilirisasi yang dimiliki ANTM, termasuk smelter feronikel, dinilai menjadi keunggulan kompetitif di tengah kebijakan pemerintah yang memperketat ekspor bahan mentah. Hal ini memberikan sentimen positif bagi keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang karena kesiapan infrastruktur pengolahan yang mapan.
Informasi lengkap mengenai proyeksi kinerja dan analisis pasar modal ini merujuk pada laporan riset serta pernyataan resmi analis dari KISI dan Mirae Asset Sekuritas yang dirilis pada Februari 2026.
