Harga emas dunia dan domestik diproyeksikan mengalami fluktuasi tajam sepanjang pekan ini akibat pengaruh berbagai sentimen global yang dinamis. Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat harga emas dunia ditutup pada level 5.042 dollar AS per troi ons pada Sabtu pagi, sementara emas Antam berada di posisi Rp 2.954.000 per gram.
Proyeksi Penurunan dan Level Support
Ibrahim menjelaskan adanya potensi koreksi jika harga emas dunia mengalami penurunan dalam waktu dekat. Level support pertama diperkirakan berada pada angka 4.947 dollar AS per troi ons yang akan menyeret harga emas Antam ke level Rp 2.920.000 per gram.
Jika tren penurunan berlanjut, harga emas dunia berpeluang menuju support kedua di level 4.818 dollar AS per troi ons. Kondisi ini diprediksi akan membuat harga emas Antam terkoreksi hingga mencapai Rp 2.860.000 per gram seiring dengan tekanan pasar global.
Potensi Kenaikan dan Target Resistance
Sebaliknya, Ibrahim juga memetakan skenario penguatan harga logam mulia jika sentimen positif mendominasi pasar. Resistance pertama diperkirakan menyentuh angka 5.134 dollar AS per troi ons dengan harga emas Antam berpotensi mencapai angka psikologis Rp 3.000.000 per gram.
“Kalau seandainya harga emas dunia naik, resistance pertama diperkirakan di US$ 5.134 per troi ons dan harga emas Antam di Rp 3 juta per gram,” ujar Ibrahim pada Minggu (15/2/2026). Target kenaikan berikutnya diproyeksikan mengarah ke resistance kedua di level 5.245 dollar AS per troi ons atau setara Rp 3.150.000 per gram untuk emas Antam.
Faktor Geopolitik dan Kebijakan Global
Fluktuasi harga emas ini dipicu oleh sejumlah faktor krusial, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ibrahim menyoroti pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pihak Israel yang dinilai mengindikasikan potensi peningkatan eskalasi militer terhadap Iran.
Selain isu Timur Tengah, kondisi politik internal Amerika Serikat dan kebijakan bank sentral (The Fed) turut memberikan tekanan pada pergerakan harga. Dinamika pasokan dan permintaan logam mulia di pasar global juga menjadi variabel penentu arah harga pekan ini. Ibrahim menegaskan bahwa situasi tersebut akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga emas sebagai aset aman.
Informasi lengkap mengenai proyeksi pergerakan harga logam mulia ini disampaikan melalui pernyataan resmi Ibrahim Assuaibi yang dirilis pada Minggu, 15 Februari 2026.
